Otoritas kesehatan Swedia melaporkan bahwa jejak virus flu burung H5N8 ditemukan di dua angsa yang sudah mati. Penemuan ini membuat Swedia menjadi negara Eropa ke lima yang terdeteksi memiliki virus H5N8 di daerahnya.
Kementerian Pertanian Swedia menjelaskan bahwa meski ditemukan virus flu burung di daerahnya, status kewaspadaan penyakit tersebut masih rendah. Hal ini dikarenakan baru ada dua kasus flu burung H5N8, itu pun ditemukan pada angsa yang sudah mati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pertanian Swedia menambahkan bahwa bisa jadi dua angsa tersebut mati bukan karena flu burung, namun karena hal lain. Dua angsa tersebut hanya berupa carrier dan belum terbukti menularkan virus ini ke unggas lainnya.
"Ini bukan kejadian yang tidak terduga. Flu burung sudan menginfeksi Eropa sejak musim gugur dan musim dingin," tutur juru bicara Kementerian Pertanian, seperti dikutip dari Reuters, Senin (23/3/2015).
Flu burung memang menginfeksi beberapa negara Eropa sejak November tahun lalu. Sejumlah negara seperti Jerman, Belanda, Inggris dan Italia sudah terinfeksi flu burung, dengan strain yang sama yakni H5N8.
Belum ditemukan adanya penularan kepada manusia. Pemerintah Swedia pun masih menetapkan status kewasapadaan flu burung dalam posisi paling rendah.
Baca juga: Kasus KLB Flu Burung H5N1 Terjadi di India
(rsm/vta)











































