Alan Hedge, PhD, CPE selaku profesor egronomi di Cornell University menegaskan tekanan pada area punggung saat berada di belakang setir berbeda dengan saat seseorang duduk di kantor. Sebab, di mobil terdapat faktor lain seperti getaran mobil, sempitnya area gerak, dan laju kendaraan.
"Getaran pada tulang belakang mendorong cakram di antara tulang, yang bertindak sebagai bantalan untuk peredam kejut dan menjaga agar tulang tidak banyak bergerak. Akibatnya, bisa muncul kerusakan mekanis pada disk tulang belakang. Ada bukti kombinasi hal-hal itu ditambah desain mobil yang tidak tepat dapat memicu masalah nyeri punggung," tutur Hedge.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, fitur kenyamanan mobil sangat berpengaruh untuk mengurangi risiko nyeri punggung. Ahli ortopedi chirpractic di Chicagi, Douglas Krebs, DC mengatakan sesuaikan lengkung belakang kursi dengan membentuk sudut 100 derajat. Meskipun posisi ideal untuk punggung yakni kursi dengan sudut 130 derajat.
Dikutip dari Men's Health, Selasa (24/3/2015), posisi belakang kursi bersudut 130 derajat memungkinkan seseorang untuk mengistirahatkan lehernya dengan nyaman di bantalan kursi, tetapi masih bisa melihat jalan. Jika diperlukan, tak ada salahnya menggunakan ganjalan di belakang punggung untuk menjaga kurva kelengkungan tulang belakang.
"Ketika mobil sedang berhenti cukup lama, gunakan rem tangan dan beri kesempatan kaki untuk menjejak sehingga kondisi lekukan paha dan kaki bisa membentuk 90 derajat. Hal ini dilakukan agar telapak kaki dan tulang kering tidak terlalu 'stres'," kata Krebs.
Jika sudah dalam perjalanan selama satu jam lebih dan ada kesempatan untuk beristirahat, Krebs menyarankan carilah tempat istirahat dan lakukan peregangan. Dikatakan Krebs, seringkali para pria duduk agak terlalu jauh ke belakang sehingga mereka terpaksa membungkuk untuk meraih kemudi. Tak hanya itu, kebiasaan menaruh dompet di saku belakang menurut Krebs juga bisa mengakibatkan asimetri pinggul sekaligus ketidakselarasan tulang belakang.
Baca juga: Kebiasaan Taruh Dompet di Saku Celana Bisa Berbahaya
(Radian Nyi Sukmasari/AN Uyung Pramudiarja)











































