Sebelum Natal tahun lalu, Rachel mendapati dirinya tengah hamil enam minggu. Di bulan Januari Rachel kontrol ke Edgware Pregnancy Advisory Service bersama pasangannya. Kala itu, perawat mengatakan jantung si janin sudah tidak berdetak. Ia pun diberi obat untuk mencegah infeksi dan 'membersihkan' janinnya.
Rasa kecewa sudah pasti dirasakan Rachel. Apalagi, ia sudah mempersiapkan pakaian dan perlengkapan bayi. Bahkan, Rachel dan pasangannya sempat bertengkar karena mereka kecewa bayinya tidak berhasil diselamatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minum obat itu. Sekitar tiga minggu setelah minum obat itu, saya kesakitan, akhirnya saya ke rumah sakit dan di sana diketahui ternyata bayi saya masih hidup. Saya senang, tidak menyangka, tetapi juga takut terjadi apa-apa pada bayi saya," kata Rachel, dikutip dari Mirror, Selasa (24/3/2015).
Wanita yang di tahun lalu memang pernah keguguran ini tidak memungkiri tetap takut terjadi apa-apa pada bayinya yang kini berusia 17 minggu. Rencananya, bulan depan Rachel akan menjalani pemeriksaan untuk memeriksa kondisi bayinya dengan lebih spesifik lagi.
"Berdasarkan apa yang saya alami, jika memang ditemukan ada hal yang tidak diinginkan pada bayi Anda, sebaiknya carilah second opinion untuk memastikan keadaan yang sebenarnya," imbau Rachel. Sementara itu, pihak Edgware Pregnancy Advisory Service belum mau berkomentar terkait kasus ini.
Baca juga: Tak Tahu sedang Hamil, Wanita Ini Tiba-tiba Melahirkan di Toilet
(rdn/vta)











































