Terutama di Taiwan, menginang populer tak hanya di kalangan ibu-ibu dan anak tapi juga para pekerja pria. 'Ramuan' yang biasanya menggunakan campuran daun sirih, kapur, dan tembakau ini populer karena bisa membantu para pekerja tetap terjaga sepanjang malam.
Namun demikian manfaatnya tak seberapa dengan kerugiannya. Menurut pakar di Taiwan, dalam jangka waktu 10 tahun penggunaan kapur sirih, sering menunjukkan dapat meningkatkan risiko kanker mulut yang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mana yang Lebih Aman, Merokok atau Nginang?
International Agency for Research on Cancer mengatakan bahan yang biasanya ada pada sirih seperti kapur, daun sirih, dan tembakau adalah karsinogen atau agen yang bisa menyebabkan kanker. Bahan kapur terutama dikatakan dapat menyebabkan luka lecet yang kemudian menjadi pintu masuk berbagai zat penyebab kanker.
Kini di Taiwan kebiasaan mengunyah sirih ini tengah diusahakan pemerintahnya untuk hilang. Butuh upaya ekstra untuk melakukan hal tersebut karena masyarakat sudah terbiasa mengunyah sirih selama ratusan tahun terakhir.
Deteksi dini gratis dan program konsultasi untuk mereka yang ingin berhenti mengunyah sirih pada tahun 2013 berhasil menurunkan tingkat konsumsi menjadi setengah. Pemerintah juga menyediakan subsidi untuk petani guna mengurangi pohon sirih mereka.
Selain Taiwan, pemerintah India dan Thailand juga melakukan kampanye untuk mendorong masyarakatnya berhenti mengunyah sirih.
Baca juga: Daripada Rokok, Titus Bonai Pilih Kunyah Kapur Sirih
(fds/vit)











































