Di Antara Jajan Anak Sekolah, Es Batu Paling Banyak Potensi Bahayanya

Di Antara Jajan Anak Sekolah, Es Batu Paling Banyak Potensi Bahayanya

- detikHealth
Jumat, 27 Mar 2015 18:46 WIB
Di Antara Jajan Anak Sekolah, Es Batu Paling Banyak Potensi Bahayanya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menanggapi serius kasus es batu yang mengandung bakteri dan bahan berbahaya. Di antara jajan anak sekolah lainnya, es batu paling banyak ditemukan tidak memenuhi standar keamanan pangan.

"Di antara jajan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat, es batu paling besar kontribusinya," kata Kepala BPOM, Roy Sparringa saat dihubungi detikHealth, Jumat (27/3/2015).

Bahkan jika dibandingkan bahan berbahaya seperti formalin, kontaminasi kuman patogen (penyebab penyakit) pada es batu jauh lebih sering ditemukan pada jajan anak sekolah. Namun begitu, Roy mengatakan bahwa masing-masing punya potensi bahaya yang tidak bisa diabaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Awas Hoax! Matang Tidaknya Es Batu Tak Kelihatan dengan Mata Telanjang

Hasil pendataan BPOM terhadap pabrik-pabrik es batu di Jakarta menunjukkan bahwa air dari PDAM paling banyak dipakai untuk bahan baku es batu yakni 60 persen dari volume produksi seluruh pabrik. Dilihat dari jumlah pabrik, hanya 12 persen yang menggunakan air PDAM.

Sebagian besar pabrik es batu yakni 60 persen atau 80 pabrik menggunakan air sumur. Sebanyak 4 persen atau 6 pabrik menggunakan air isi ulang, dan hanya 1 pabrik yang menggunakan air sungai. Roy tidak menyebut pabrik mana yang menggunakan air sungai.

Berdasarkan tujuan produksinya, 20 persen pabrik membuat es batu untuk keperluan konsumsi. Sebanyak 30 persen untuk kebutuhan non-pangan, sedangkan sisanya sebanyak 50 persen tidak menjawab saat didata.

Baca juga: BPOM: Dampak Es Batu Berbakteri Sangat Beragam, Typus Salah Satunya

(up/vta)

Berita Terkait