Terkait Germanwings, Kecelakaan Pesawat Dipicu Bunuh Diri Jarang Terjadi

Terkait Germanwings, Kecelakaan Pesawat Dipicu Bunuh Diri Jarang Terjadi

- detikHealth
Senin, 30 Mar 2015 16:23 WIB
Terkait Germanwings, Kecelakaan Pesawat Dipicu Bunuh Diri Jarang Terjadi
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Helsinki -

Insiden jatuhnya pesawat Airbus A320 milik maskapai Germanwings di Pegunungan Alpen diduga disebabkan oleh kondisi mental sang Kopilot yang labil, apalagi ia diriwayatkan pernah mengidap depresi. Para pakar semakin yakin bila insiden ini adalah bentuk dari bunuh diri.

Kendati demikian, sebuah studi mengungkapkan kecelakaan pesawat yang disinyalir sebagai upaya bunuh diri semacam ini sangatlah jarang terjadi. Dalam studi yang dipublikasikan jurnal Aviation, Space and Environmental Medicine tersebut dikemukakan bahwa dari 7.244 kecelakaan pesawat fatal yang terjadi di AS dalam kurun tahun 1993-2012, hanya 24 insiden yang tergolong sebagai 'aircraft-assisted suicide' atau kecelakaan pesawat yang dilandasi keinginan bunuh diri dari pilot atau kopilotnya.

Itupun sebagian besar merupakan penerbangan pribadi, bukan penerbangan komersial. Namun belajar dari insiden yang dialami pesawat Germanwings beberapa waktu lalu, ketua tim peneliti Dr Alpo Vuorio dari Mehilainen Airport Health Centre, Finlandia mendesak agar tiap pilot secara sukarela memberikan informasi tentang kondisi kejiwaannya, sebelum diberi izin untuk menerbangkan pesawat.

Baca juga: Bunuh Diri Kemungkinan Besar Terjadi Bila Gejalanya Begini

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dirasa penting mengingat sebenarnya Dr Vuorio juga menemukan bahwa 5 dari 8 pilot yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat karena bunuh diri di Amerika rata-rata pernah mengungkapkan keinginannya untuk bunuh diri atau terpikir untuk melakukannya.

"Hanya saja hal ini tidak diungkapkan ke dokter yang memeriksanya sebelum terbang atau ke maskapai. Ini menyedihkan," katanya seperti dikutip dari ABC News, Senin (30/3/2015).

Federal Aviation Administration (FAA) Amerika sendiri mewajibkan setiap pilot untuk menjalani evaluasi medis sedikitnya satu kali dalam setahun. Namun seorang pakar penerbangan, Todd Curtis mengungkapkan, khusus untuk kondisi psikologis, pilot biasanya melapor sendiri.

"Kalau Anda melaporkan ada yang salah dengan diri Anda, tentu izin terbang Anda akan ditolak, bahkan bukan tidak mungkin akan dicabut. Ini tentu merugikan bagi si pilot sendiri," paparnya.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, Andreas Lubitz, Kopilot pesawat Airbus A320 milik Germanwings dengan nomor penerbangan 4U9525 itu terbukti sengaja menjatuhkan pesawat di Pegunungan Alpen yang mengakibatkan tewasnya 150 orang penumpang dan awak pesawat, tak terkecuali dirinya.

Selain memiliki riwayat depresi berat, Lubitz juga diketahui mengalami gangguan penglihatan. Bahkan dokter yang merawatnya telah mengeluarkan surat keterangan sakit sehingga Lubitz tidak diizinkan terbang pada hari naas tersebut.

Namun belakangan setelah menggeledah apartemen Lubitz, penyidik menemukan beberapa surat keterangan dokter yang telah dirobek atau dengan kata lain Lubitz sengaja tidak menyerahkan surat-surat itu kepada maskapai untuk menutupi kondisi mental dan fisiknya. Dari keterangan mantan kekasihnya juga diketahui bahwa pria ini pernah mengurungnya di kamar mandi dan kerap mimpi buruk kemudian berteriak-teriak "kita akan jatuh, kita akan jatuh."

Meyakini Lubitz mengidap masalah kejiwaan, wanita yang hanya diidentifikasi sebagai Maria W itu pun mengakhiri hubungannya dengan sang Kopilot.

Baca juga: Jangan Abaikan Orang yang Selalu Berkata Ingin Bunuh Diri

(lil/vta)

Berita Terkait