Pihak panti tempat Okawa tinggal mengutarakan bahwa wanita pemegang rekor sebagai orang tertua di dunia tersebut meninggal dunia pada pukul 7 pagi waktu setempat karena gagal jantung. Demikian seperti dirangkum dari The Guardian, Kamis (2/4/2015).
"Ia pergi dengan sangat tenang, seperti tengah tertidur. Kami akan sangat merindukannya," ungkap Tomohito Okada, pengelola panti yang ditinggali Okawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal baru sebulan lalu, Okawa merayakan ulang tahunnya yang ke-117. Okawa lahir pada tanggal 5 Maret 1898 dan menikah dengan suaminya, Yukio di tahun 1919. Ia dan almarhum suaminya kemudian dikaruniai tiga orang anak, empat cucu dan enam cicit, yang masih menemaninya hingga kini.
Okawa baru diakui oleh Guinness World Record saat usianya mencapai 114 tahun. Saat itu ia didapuk sebagai orang tertua sekaligus wanita tertua di muka bumi. Meski tak tahu apa rahasia di balik panjang umurnya, sebagian orang yang merawatnya percaya ini karena kebiasaannya yang tak pernah tidur kurang dari 8 jam sehari dan hobinya memakan sushi.
"Makanan kesukaannya adalah sushi, khususnya mackarel, dan nasi yang di-steam dengan cuka apel. Dia mengonsumsinya paling tidak sekali sebulan," kata Tomohito.
Baca juga: Tidur dan Makan Sushi, Rahasia Umur Panjang Manusia Tertua di Dunia
Dengan meninggalnya Okawa, pihak Guinness belum mengumumkan siapa pemegang rekor orang tertua di dunia berikutnya. Namun dalam situs mereka tercatat bahwa orang tertua di dunia saat ini kemungkinan akan bergeser kepada pria bernama Sakari Momoi. Pria yang juga berasal dari Jepang ini baru saja menginjak usia 112 tahun pada Februari lalu.
Jepang dikenal luas sebagai negara dengan penduduk berumur panjang. Di tahun 2013, usia harapan hidup pria dan wanita di Jepang masih menduduki yang tertinggi di dunia. Usia harapan hidup wanitanya mencapai 86,61, sedangkan untuk prianya mencapai 80,21.
Baca juga: Manusia-manusia Tertua di Dunia dan Rahasia Panjang Umurnya
(lil/ajg)











































