Sleep bruxism merupakan kebiasaan yang tidak disadari yang dapat dialami oleh beberapa orang ketika sedang tidur. Mereka yang memiliki kondisi ini, biasanya akan memiliki gangguan tidur seperti mengorok dan henti nafas selama tidur. Beberapa orang memiliki tingkat keparahan dan frekuensi yang berbeda. Meskipun bukan gangguan yang sangat berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan rahang, sakit kepala, kerusakan gigi dan masalah lainnya.
Baca juga: Bruxism: Gigi Gemerutuk
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan rinci mengapa seseorang mengadu gigi saat tidur belum diketahui secara pasti. Namun kasus ini diyakini berkaitan dengan tingkat stres dan kegelisahan. Setidaknya dua hal itu disebut sebagai faktor yang membuat bruxism semakin buruk. Disebut pula kondisi ini bisa muncul sebagai akibat ketidakselaran gigi atas dan bawah, naiknya asam lambung ke kerongkongan, juga komplikasi akibat gangguan seperti penyakit huntington atau penyakit parkinson.
Baca juga: Tanda-tanda Orang Sedang Alami Stres Kronis
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi kebiasaan sleep bruxism:
1. Hindari Alkohol
Kebiasaan bruxism cenderung lebih intensif setelah mengonsumsi alkohol.
2. Jangan Kunyah yang Bukan Makanan
Seseorang yang memiliki kebiasaan mengunyah pensil, pena, dan barang lain yang bukan makanan cenderung memiliki kebiasaan bruxism. Karena itu, hindari kebiasaan mengunyah barang yang bukan makanan.
3. Rilekskan Rahang
Rilekskan otot rahang Anda di malam hari dengan menaruh kain lap hangat di pipi yang berdekatan dengan daun telinga Anda.
(vit/vit)











































