Kisah bermula ketika Pete Vaccaro tertunduk lesu mendengar penjelasan dokter. Di usianya yang baru 31 tahun, ia didiagnosis mengidap kanker testis stadium III B yang sudah menyebar ke liver dan paru-parunya.
Dokter mengatakan bahwa Vaccaro harus segera menjalani kemoterapi karena tumor yang sudah membesar. Kala itu, ia sudah bertanya kepada dokter apakah kemoterapi akan membuatnya steril. Sebab ia dan istrinya masih berencana ingin memiliki anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka meyakinkan saya bahwa kemoterapi yang saya jalankan tidak akan memengaruhi fertilitas. Namun kami sangat sulit mempunyai anak setelah saya selesai menjalani pengobatan," tutur Vacarro, dikutip dari Foxnews, Selasa (7/4/2015).
Vacarro menjalani pengobatan untuk kanker testisnya selama lima tahun. Selain kemoterapi, pengobatan yang dijalaninya antara lain operasi pembersihna lesi kanker di paru dan liver, pengangkatan tumor di bagian bawah perut dan pengangkatan salah satu buah zakarnya.
Setelah berobat selama lebih dari lima tahun, ia akhirnya dinyatakan bebas dari kanker. Vaccaro dan istrinya pun langsung memikirkan untk punya anak. Sayangnya, impian itu harus tertunda karena ia dinyatakan steril.
"Saya menemui seorang dokter spesialis kesuburan. Ia mengatakan saya steril dan kemungkinan besar diakibatkan oleh kemoterapi yang saya lakukan," tuturnya lagi.
Kondisi ini membuat cairan semen atau air mani yang dikeluarkan Vacarro tak mengandung sperma. Alhasil, pembuahan tak akan terjadi meskipun ia masih bisa tetap ejakulasi ketika berhubungan seksual.
Beruntung harapan Vacarro untuk punya anak tidak pupus. Seorang dokter dari Fox Chase Cancer Center menyarankannya untuk melakukan program bayi tabung. Sperma Vacarro diambil dari testis dan akan dibekukan sebelum akhirnya disatukan dengan sel telur dari isrinya.
"Ejakulasi saya tidak mengandung sperma. Namun dokter mengambil sperma yang tersisa dari testis saya dan akhirnya dibekukan untuk proses bayi tabung," tuturnya lagi.
Ternyata proses ini sukses. Vacarro dan istrinya melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat. Mereka pun mengulangi proses ini untuk mendapatkan satu anak perempuan. Kedua anak berusia 11 dan 8 tahun ini sehat dan keluarga ini pun bahagia.
"Ilmu pengetahuan tak hanya memberikan kesempatan kepada saya untuk sembuh dan memperpanjang umur, namun juga memberikan solusi kepada pasien kanker untuk tetap dapat memiliki keluarga," pungkasnya.
Baca juga: Kisah Rivera, Berhasil Melahirkan dengan Bantuan Aplikasi Facetime (Muhamad Reza Sulaiman/AN Uyung Pramudiarja)











































