Kena Bipolar, Pria Ini Bagi-bagi iPhone ke Karyawannya

Kena Bipolar, Pria Ini Bagi-bagi iPhone ke Karyawannya

- detikHealth
Rabu, 08 Apr 2015 14:47 WIB
Kena Bipolar, Pria Ini Bagi-bagi iPhone ke Karyawannya
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Ningbo, Tiongkok -

Pekerja mana yang tak bahagia bila memiliki atasan yang dermawan. Apalagi jika ia suka memberikan barang-barang mahal seperti tablet atau bahkan iPhone. Namun pria ini berubah menjadi dermawan karena gangguan mental.

Seorang pria yang tidak diketahui identitasnya di Ningbo, Provinsi Zhejiang, Tiongkok baru-baru ini dikabarkan membagi-bagikan lebih dari 20 buah iPhone kepada bawahannya di kantor. Beruntung hal ini diketahui oleh sang istri. Ia pun membawa suaminya ke rumah sakit.

Setelah diperiksa, ternyata pria ini didiagnosis mengidap gangguan bipolar, sebuah gangguan mental yang dicirikan dengan perubahan mood yang drastis dalam waktu singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mengenal Bipolar: Datang dari Depresi dan Harus Minum Obat Terus-menerus

Sang istri mengisahkan sebelumnya suaminya pernah terkena depresi karena pabrik yang dikelolanya bangkrut. Saat itu sang suami juga diharuskan meminum obat secara rutin agar gejalanya tak memburuk.

Namun enam bulan kemudian, kondisi pria ini dinyatakan stabil sehingga ia diperbolehkan berhenti mengonsumsi obat. Akan tetapi hal ini tampaknya tak berlangsung lama, sebab beberapa waktu kemudian, ia mulai memperlihatkan gejala manik, seperti energik, sangat bersemangat serta kreatif.

Bahkan menurut sang istri, suaminya tak segan-segan menghabiskan uang mereka setiap malam, termasuk untuk membeli puluhan iPhone yang nantinya dibagi-bagikan kepada bawahannya. "Ia bertingkah seperti orang yang benar-benar berbeda," katanya seperti dikutip dari AsiaOne, Rabu (8/4/2015).

Sang istri khawatir gejala gangguan mental yang dialami suaminya kambuh kembali sehingga ia merasa harus membawa belahan hatinya itu ke rumah sakit. Sayangnya hingga berita ini diturunkan, tidak diketahui pasti bagaimana nasib iPhone yang dibagikan kepada bawahannya, dan apa yang terjadi pada si pria dermawan tersebut.

Kepada detikHealth, Dr dr Carla R Machira, SpKJ(K) dari Universitas Gadjah Mada beberapa waktu lalu menjelaskan, gangguan bipolar menggambarkan kondisi mood atau suasana hati pengidapnya yang selalu berada dalam kondisi ekstrem. Pada fase manik akan merasa sangat gembira, sedangkan pada fase depresi, rasa sedih dan gelisahnya akan sangat mendalam.

Ditambahkan oleh dr Carla, ada banyak faktor yang menentukan kerentanan seseorang terhadap gangguan bipolar. Sebagian orang memang mewarisi gen dari orang tua yang juga bipolar, sebagian lagi menjadi rentan karena ada masalah pada pola asuh, proses pembentukan kepribadian, dan sebab lainnya.

"Ketika stres menyerang, mereka ternyata kesusahan atau bahkan tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri," jelas dr Carla.
 
Baca juga: Bagi Pengidap Bipolar-2, Lingkungan Lebih Penting dari Obat-obatan

(lil/vit)

Berita Terkait