Kamis, 09 Apr 2015 09:05 WIB

Terinfeksi Bakteri dari Kuas Make Up Pinjaman, Ibu Muda Ini Tak Bisa Jalan

- detikHealth
Brisbane - Hal yang sangat sepele bisa saja mengubah hidup manusia. Seperti yang dialami Jo Gilchrist, ibu muda berusia 27 tahun asal Brisbane. Hanya karena ingin menutupi jerawat di pipi dengan riasan, dia pun meminjam kuas make up sahabatnya. Tapi ternyata dari kuas make up pinjaman itu, dia malah terinfeksi bakteri yang akhirnya membuat Jo tak lagi bisa berjalan.

Bakteri apa yang telah membuat hidup Jo berubah 180 derajat? Rupanya dia terinfeksi bakteri MRSA atau methicillin-resistant Staphylococcus aureus, merupakan salah satu tipe bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal terhadap antibiotik. Bakteri itu menyerang tubuh Jo yang kemudian menyerang punggungnya.

"Mulanya rasa sakit sedikit di bagian punggung saya, yang saya pikir itu akibat dari postur tubuh yang buruk. Tapi ternyata rasanya semakin sakit," kata Jo, dikutip dari Daily Mail dan ditulis pada Rabu (8/4/2015).

Baca juga: Terlalu Dekat Pakai Eyeliner, Awas Mata Berisiko Terkontaminasi

Bahkan menurut Jo, rasa sakit itu begitu menyiksa, lebih sakit ketimbang saat sedang melahirkan. Akibat rasa sakit yang menderanya, Jo sampai tidak bisa bekerja. Dokter pun butuh waktu lama untuk mengetahui masalah apa yang tengah terjadi di tubuh Jo, hingga akhirnya mereka menemukan MRSA-lah biang keladinya.

"Satu-satunya hal yang bisa menyebabkan saya terinfeksi adalah karena kuas make up," ucap perempuan yang tinggal di Warwick, Australia ini.

Dikatakan Jo, sahabatnya memang telah mengatakan bahwa dirinya terinfeksi Staph di wajahnya. Namun Jo sama sekali tidak menyangka jika pemakaian kuas make up milik sahabatnya itu akan membuatnya terinfeksi bakteri yang sama. Apalagi selama ini Jo dan teman-temannya memang terbiasa saling pinjam peralatan make up.

"Sahabat saya merasa sangat bersalah, tapi ini sama sekali bukan salah dia. Kebetulan kekebalan tubuh saya sedang rendah, sehingga menjadi tempat yang sangat baik untuk bakteri," ujar Jo.

Saat ini Jo sedang berupaya sekuat tenaga untuk bisa menjalani hidupnya dengan normal. Meskipun orang-orang mengatakan dirinya tidak akan kembali bisa berjalan lantaran hingga saat ini kakinya mati rasa. Tak cuma kaki, Jo bahkan kehilangan rasa di seluruh tubuh bagian bawah, khususnya area bawah pusar.

Baca juga: Jerawatan Saat Jadi Artis, Sahrul Gunawan Harus Rajin-rajin Jaga Kesehatan Kulit

Meski awalnya sangat terpukul dengan kondisi yang dialaminya, namun kini Jo merasa bersyukur. Bersyukur karena bakteri itu menyerang tulang belakang dan bukan otaknya. "Coba kalau otak saya, tentu saya akan mati. Dan kalau menyerang kaki saya, maka kaki saya sudah diamputasi," imbuhnya mencoba berpikir positif.

"Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, dan saya harus berjuang untuk hidup lagi," imbuhnya.

Karena tidak bisa menggerakkan kakinya, Jo pun diajari untuk beradaptasi dengan kursi roda. Dengan demikian Jo bisa lebih mandiri dan bahkan bisa merawat putranya yang baru berusia dua tahun.

Bakteri MRSA biasanya menginfeksi orang atau anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Jika daya tahan tubuhnya tinggi maka tidak akan menimbulkan gejala apapun. Bakteri bisa berpindah ke orang lain dan menyebar dengan mudah melalui kontak kulit dan menyentuh barang yang sudah terkontaminasi.

MRSA sama seperti bakteri Staphylococcus lainnya, yang terlihat seperti infeksi kulit, jerawat, ruam, bisul atau gigitan laba-laba. Infeksi ini biasanya menyakitkan, merah dan bengkak. Infeksi bisa dengan cepat masuk ke dalam tubuh, menimbulkan bengkak yang menyakitkan. Bakteri ini dapat menembus ke dalam tubuh sehingga berpotensi menyebabkan infeksi pada tulang, sendi, luka bedah, aliran darah, jantung dan paru-paru yang bisa mengancam jiwa.

Untuk itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terinfeksi bakteri MRSA ini, yaitu:

1. Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air hangat minimal selama 15 detik.
2. Tutup luka pada kulit dengan perban yang bersih sampai sembuh.
3. Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain, terutama barang yang berhubungan dengan kontak kulit seperti handuk atau pisau cukur.
4. Cuci barang dengan menggunakan desinfektan (1 sendok makan desinfektan dilarutkan dalam 1 liter air). Pastikan menggunakan kain yang bersih untuk menyekanya.

(vit/up)