Terakumulasi di Atmosfer, Gas dari Ruang Operasi Sumbang Pemanasan Global

Terakumulasi di Atmosfer, Gas dari Ruang Operasi Sumbang Pemanasan Global

- detikHealth
Kamis, 09 Apr 2015 12:30 WIB
Terakumulasi di Atmosfer, Gas dari Ruang Operasi Sumbang Pemanasan Global
Jakarta - Efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global tidak hanya berasal dari akumulasi karbondioksida (CO2) di atmosfer. Ada berbagai macam gas yang berkontribusi, termasuk gas-gas yang digunakan untuk pembiusan di ruang operasi.

Para ilmuwan menyebut sedikitnya 3 gas yang dipakai di ruang operasi, yang turut berkontribusi pada pemanasan global. Ketiganya yakni desflurane, isoflurane dan sevoflurane, diklaim punya efek 2.500 kali lebih dahsyat bagi atmosfer dibandingkan CO2.

Meski efeknya terus meningkat, konsentrasi ketiga jenis gas ini sebenarnya masih sangat rendah di atmosfer. Pada 2014, konsentrasi desflurane tercatat 0,30 bagian per semilyar, sedangkan isoflurane, sevoflurane dan halothane masing-masing 0,097; 0,13 dan 0,0092 bagian per semiliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Di Indonesia, Demam Berdarah dan Malaria Akrab dengan Pemanasan Global

Sebagai perbandingan, konsentrasi CO2 di atmosfer saat ini mencapai 400 bagian per sejuta. Konsentrasinya memang sangat rendah, namun 1 kg desflurane disebut-sebut mampu menghasilkan efek rumah kaca setara dengan 2.500 kg gas CO2.

Dr Martin Vollmer dari Swiss Federal Laboratories for Material Science and Technology di Swiss mempublikasikan temuan ini di jurnal Geophysical Research Letters. Dalam penelitian ini, ia mengambil sampel udara dari berbagai daerah terpencil di belahan Bumi bagian utara sejak 2000.

Bersama timnya, Dr Vollmer sejak 2013 juga melakukan pengukuran tiap 2 jam di observatory Jungfraujoch di Swiss untuk menelusuri jejak gas anestesi. Diperkirakan 280 ton gas anestesi digunakan oleh berbagai rumah sakit tiap tahunnya.

Baca juga: Iklim Berubah, Nyamuk di Indonesia Cepat Dewasa dan Lebih Ganas

Meski demikian, ahli anestesi dari University of California San Francisco Dr Edmond Eger mengatakan bahwa pengaruh anestesi terhadap lingkungan dipengaruhi cara penggunaan. Ia mencontohkan, sevoflurane digunakan 1-2 liter/menit sedangkan desflurane cukup 0,5-1 liter/menit.

"Beberapa percaya desflurane punya keuntungan medis yang membuatnya tetap digunakan," kata Edmond Eger, dikutip dari Dailymail, Kamis (9/4/2015).

(up/vit)

Berita Terkait