FAST, Cara Mudah Deteksi Stroke dalam Waktu Singkat

FAST, Cara Mudah Deteksi Stroke dalam Waktu Singkat

- detikHealth
Kamis, 09 Apr 2015 18:01 WIB
FAST, Cara Mudah Deteksi Stroke dalam Waktu Singkat
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Stroke disebut sebagai silent killer karena seringkali tak bergejala dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Dokter mengatakan waktu terbaik untuk mengobati pasien stroke adalah 4 jam setelah serangan.

"Golden time itu 4 jam ya, tapi bukan berarti setelah itu kita tidak tangani, cuma memang harus ditangani secara cepat agar kemungkinan pasien bisa tertolong lebih tinggi," terang dr Jacub Pandelaki, SpRad(K), pakar radiologi intervensi dari Bethsaida Hospital, dalam temu media di Penang Bistro, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).

Lalu bagaimana mengenali gejala-gejala stroke? dr Puspasari, SpS, dari Bethsaida Hospital mengatakan bahwa gejala stroke dapat dikenali dengan melakukan tes FAST. FAST adalah kependekan dari Face, Arm, Speech dan Time. Berikut penjabarannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Face

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
dr Puspa mengatakan bahwa kondisi stroke dapat dengan mudah dikenali dari wajah pasien. Biasanya pengidap stroke memiliki wajah yang tidak simetris dikarenakan pembuluh darah di bagian otak yang mengatur saraf wajah pecah.

"Jadi pasien diminta untuk menyeringai lebar, sampai kelihatan giginya. Yang harus diperhatikan adalah sudut-sudut bibir pasien, jika bibirnya terlihat agak mencong maka bisa jadi stroke," tuturnya.

2. Arm

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Karena melumpuhkan sistem saraf, biasanya saraf motorik yang mengatur pergerakan anggota tubuh juga terganggu. dr Puspa mengatakan bahwa tes tangan dilakukan dengan mengangkat tangan ke depan sejajar dengan bahu.

"Angkat kedua lengan ke depan, lalu dirasakan ada yang lebih berat atau tidak. Kalau lebih berat sebelah misalnya, dicurigai juga sebagai stroke," urainya.

3. Speech

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tes bicara juga dapat dilakukan untuk melihat gejala stroke. Pasien stroke biasanya sulit berbicara karena saraf motorik, termasuk saraf yang mengatur pergerakan lidah dan mulut ikut terganggu.

"Kita biasanya minta pasien untuk mengucapkan kalimat sulit, misalnya 'ular melingkar di atas pagar'" tandasnya.

4. Time

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jika seluruh tes sebelumnya sudah dilakukan dan pasien ternyata dicurigai sebagai stroke, maka waktu menjadi faktor terpenting untuk peningkatan kemungkinan penyembuhan.

"Kalau sudah tes dan ternyata benar dicurigai stroke, segera hubungi RS terdekat. Kalau bisa cari yang memiliki peralatan lengkap seperti CT Scan dan MRI," paparnya.
Halaman 2 dari 5
dr Puspa mengatakan bahwa kondisi stroke dapat dengan mudah dikenali dari wajah pasien. Biasanya pengidap stroke memiliki wajah yang tidak simetris dikarenakan pembuluh darah di bagian otak yang mengatur saraf wajah pecah.

"Jadi pasien diminta untuk menyeringai lebar, sampai kelihatan giginya. Yang harus diperhatikan adalah sudut-sudut bibir pasien, jika bibirnya terlihat agak mencong maka bisa jadi stroke," tuturnya.

Karena melumpuhkan sistem saraf, biasanya saraf motorik yang mengatur pergerakan anggota tubuh juga terganggu. dr Puspa mengatakan bahwa tes tangan dilakukan dengan mengangkat tangan ke depan sejajar dengan bahu.

"Angkat kedua lengan ke depan, lalu dirasakan ada yang lebih berat atau tidak. Kalau lebih berat sebelah misalnya, dicurigai juga sebagai stroke," urainya.

Tes bicara juga dapat dilakukan untuk melihat gejala stroke. Pasien stroke biasanya sulit berbicara karena saraf motorik, termasuk saraf yang mengatur pergerakan lidah dan mulut ikut terganggu.

"Kita biasanya minta pasien untuk mengucapkan kalimat sulit, misalnya 'ular melingkar di atas pagar'" tandasnya.

Jika seluruh tes sebelumnya sudah dilakukan dan pasien ternyata dicurigai sebagai stroke, maka waktu menjadi faktor terpenting untuk peningkatan kemungkinan penyembuhan.

"Kalau sudah tes dan ternyata benar dicurigai stroke, segera hubungi RS terdekat. Kalau bisa cari yang memiliki peralatan lengkap seperti CT Scan dan MRI," paparnya.

(rsm/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads