Ternyata beberapa peternak sapi di sekitar rumah Sutri di Bantul, Yogyakarta, kerap menunggu sisa jamu untuk diberikan kepada sapi ternaknya. Hmm, sapi pun butuh jamu agar sehat dan bugar.
"Menawi mboten telas, biasane ditumbas damel jamu sapi (jika tidak habis, biasanya dibeli untuk jamu sapi)," terang ibunda Sutri, Tukilah, menggunakan bahasa Jawa halus, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (10/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut perempuan berusia 58 tahun tersebut, bahkan bila mereka tidak berjualan, sebagian pelanggan akan datang ke rumah mereka yang sederhana. Tak terkecuali para peternak sapi yang membutuhkan jamu untuk hewan-hewan peliharaan mereka itu tadi. "Alhamdulillah sampun enten langganan (sudah ada pelanggan)," imbuh Tukilah.
Sutri menambahkan, berjualan jamu tidaklah sia-sia. Sebab sampai ampasnya pun ada yang membeli. Jadi bila hasil perasan jamunya habis, peternak sapi terkadang membeli ampas darinya lalu memanfaatkan untuk membuat jamu bagi sapi-sapi mereka.
Sarjiyem, salah satu pelanggan jamu Sutri, mengaku tiap hari meminta Sutri mampir. "Kalau Sutri nggak mampir gitu saya SMS. Tiap hari saya minta dibawakan kunir asem (kunyit asam, -red)," ujarnya saat ditemui detikHealth di tokonya.
Tiap dua hari sekali, istri dari pengusaha batik Bantul, Budi Harjana itu juga membawakan jamu bikinan Sutri untuk kedua orang tuanya. "Ibu saya perutnya suka kembung jadi malas makan dan bapak saya habis stroke, jadi pinggangnya sering pegel-pegel. Saya bawakan jamunya Sutri ternyata cocok," imbuhnya.
Bayi baru lahir kerap tersenyum saat tidur. Apa sebabnya? Cari tahu faktanya yuk di sini
(Rahma Lillahi Sativa/Nurvita Indarini)











































