Senin, 13 Apr 2015 14:17 WIB

Kawat Gigi

Gigi Sudah Rapi Tapi Ingin Gaya Pakai Behel, Adakah Dampaknya?

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Beberapa orang ingin mengenakan kawat gigi alias behel karena ingin gaya. Ya, behel dianggap bisa membuat gigi semakin menarik karena saat ini dibuat dengan aneka warna yang lucu. Nah, adakah dampak bagi mereka yang ingin memakai behel meskipun giginya tidak bermasalah?

"Kalau dipaksakan, jika pemasangan kurang benar posisinya bisa berdampak ke kelainan gigitan (maloklusi) yang lain," kata drg Oktri Manesa dari Oktri Manesa Dental Clinic dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (13/4/2015).

drg Oktri mencontohkan rahang yang menjadi lebar, terjadi gigitan terbuka (open) atau spacing (berjarak).

Baca juga: Dikawat Biar Tidak Tonggos, Salah-salah Justru Kena Kanker

drg Yulia Prapti, pengasuh Konsultasi Gigi detikHealth mengatakan pada kondisi susunan gigi geligi yang sudah teratur dan rapi tidak perlu penggunaan pemakaian alat pemerataan gigi. Tetapi bila pasien menginginkan pemakaian alat tersebut, maka boleh saja digunakan asal tidak dilakukan penarikan gigi dengan alat tersebut.

"Jadi alat tersebut bersifat pasif, hanya untuk maintenance. Selama alat tersebut bersifat pasif tidak akan mempengaruhi susunan gigi geligi yang sudah baik. Sebelum pemasangan dapat didiskusikan dengan dokter giginya terlebih dahulu," ucap drg Yulia yang juga dokter Mobil Sehat CT Foundation.

drg Yulia mengatakan dewasa ini pemakaian alat orthodonti atau alat pemerataan gigi saat ini sudah semakin banyak digunakan. Hal ini karena pasien menginginkan susunan gigi geligi tampak teratur dan rapi, sehingga berpengaruh pada penampilan seseorang untuk menjadi lebih cantik atau tampan.

Baca juga: Zak Brown, si Bocah 'Bergigi Hiu'

Sebelumnya, Prof drg Armasastra Bahar, PhD dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia mengingatkan, di pasaran banyak beredar kawat gigi buatan Tiongkok yang berkualitas rendah. Bahan yang digunakan bisa mengalami korosi alias karatan akibat kontak dengan air liur.

"Sangat berbahaya karena karatnya bisa masuk ke manusia. Dampaknya bisa terjadi bermacam-macam penyakit, salah satunya kanker," kata dokter gigi yang akrab disapa Prof Arma tersebut.

Untuk itu, Prof Arma menganjurkan agar pemasangan kawat gigi benar-benar mempertimbangkan kebutuhan medis. Kalau hanya untuk gaya-gayaan, kawat gigi cenderung merepotkan. Misalnya saat menyikat gigi, terkadang tidak bisa bersih karena terhalang kawat. (Nurvita Indarini/Nurvita Indarini)