Setiap orang seharusnya memiliki miliaran bakteri yang membentuk biota dalam tubuh. Proses mencerna makanan, mengembangkan imunitas tubuh, dan bahkan melawan patogen.
Terkait hal tersebut, mikroba baik yang ada pada masyarakat kota dilaporkan jumlahnya lebih sedikit dengan masyarakat suku terpencil. Salah satu contohnya ada pada masyarakat Yanomami, Amazon, yang baru diketahui pada tahun 2009.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyaknya bakteri baik memberikan orang Yanomami beberapa keuntungan. Bakteri bahkan bisa memberikan kekebalan terhadap penyakit batu ginjal seperti dilaporkan dalam jurnal Science Advances.
"Studi kami menunjukkan bahwa biota bakteri pada manusia pra modern jauh lebih beragam dan jauh lebih banyak fungsinya dibandingkan pada populasi yang terpapar praktik modern seperti makanan olahan dan antibiotik," ujar Profesor patologi dan imunologi, Gautam Dantas, dari Washington University seperti dikutip dari Reuters pada Senin (20/4/2015).
Sebanyak 34 sampel bakteri dari masyarakat Yanomami dibandingkan dengan sampel bakteri dari masyarakat kota Amerika Serikat (AS), Guahibo (suku amazon lain), dan Malawi di Afrika.
Baca juga: Anak Sering Diberi Antibiotik, Risiko Obesitas Bisa Mengancam
(Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)










































