PKK Didorong Lebih Berperan dalam Deteksi Dini Kanker Serviks

PKK Didorong Lebih Berperan dalam Deteksi Dini Kanker Serviks

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 21 Apr 2015 10:36 WIB
PKK Didorong Lebih Berperan dalam Deteksi Dini Kanker Serviks
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Dalam peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April ini, isu-isu tentang perempuan lebih disorot, tak terkecuali isu tentang kesehatan perempuan. Nah, salah satu penyakit yang rentan menyerang perempuan adalah kanker serviks. Mengingat bahaya yang ditimbulkan jika tak segera ditangani, maka deteksi dini kanker serviks perlu dilakukan.

Nah, Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang merupakan ikatan beranggotakan istri dan suami para menteri Indonesia saat ini memiliki program deteksi dini kanker yang dilakukan secara nasional di 34 provinsi. Peningkatan deteksi dini ini dilakukan bekerja sama dengan tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tiap wilayah.

Pada 21 April 2015, 11 provinsi di Indonesia mengikuti acara pencanangan kerjasama lewat live conference menggunakan internet. "Kepada seluruh perempuan Indonesia, Kartini Indonesia, wanita hebat Indonesia. Kami mengajak pemeriksaan dini kanker serta hidup cerdik. Untuk itu kami mengajak PKK untuk berperan aktif pada program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker," ujar Hanifah Husein Ferry, istri dari Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, di Puskesmas Tanjung Morawa, Sumatra Utara, Selasa (21/4/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Sebentar Lagi, Cek Gula Darah dan Kanker Serviks Gratis di Puskesmas

Hanifah mengatakan saat ini di provinsi Sumatra Utara (Sumut) sendiri baru 10 persen wanita yang memeriksakan dirinya untuk deteksi dini kanker serviks. Banyak hambatan yang membuat wanita Indonesia, terutama di daerah, masih enggan melakukan periksa dini.

"Memang ada hambatan culture perempuan tidak mau diperiksa kalau tenaga medisnya laki-laki. Oleh karena itu mengajak persuasi dari PKK ini yang kita harapkan. Harus persuasi jangan sampai malu karena ini kan demi kesehatan," ujar Hanifah.

Program peningkatan peran masyarakat ini dikatakan akan terus berjalan dalam jangka waktu lima tahun. Hanifah yang juga berasal dari Sumut berharap setidaknya pada akhir program tingkat perempuan aktif memeriksakan dirinya bisa meningkat jadi 30 sampai 40 persen.

Baca juga: Dokter Sering Salah Asumsi, Kaum Lesbian Berisiko Terkena Kanker Serviks (Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads