Operasi Pembesaran Bokong Gagal, Wanita Ini Meninggal Dunia

Operasi Pembesaran Bokong Gagal, Wanita Ini Meninggal Dunia

- detikHealth
Rabu, 22 Apr 2015 13:45 WIB
Operasi Pembesaran Bokong Gagal, Wanita Ini Meninggal Dunia
Foto: ABC Australia
Jakarta - Evita Sarmonikas (29) dari Australia yang akrab disapa Eva mengunjungi Mexico pada akhir Maret 2015 lalu dengan tujuan menjalani operasi kecantikan. Namun siapa sangka bukannya tubuh idaman yang didapat Eva malah pulang tinggal nama.

Sang kakak, Andrea Sarmonikas, mengkonfirmasi Eva pergi dengan niat untuk melakukan implan bokong yang dikenal sebagai Brazilian butt lift di rumah sakit Quirurgico del Valle. Sayangnya ketika operasi ia mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.

"Saya pikir ini semua hanya bercandaan. Apa ini bohongan? Apa benar-benar dia? Mungkin bukan dia," ujar Andrea mengingat apa yang ada dipikirannya ketika kabar tersebut sampai seperti dikutip dari ABC Australia pada Rabu (22/4/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dokter Gagal Operasi, Bocah Ini Jadi Tak Bisa Tersenyum

Menurut Andrea, pihak RS di Mexico mencoba membujuk kekasih Eva agar tubuh Eva dikremasi sebelum dikirim balik ke Australia. Keluarga menolak hal tersebut dan bersikeras untuk melakukan autopsi independen.

"Saya tahu saya harus pergi ke sana. Saya tidak akan membiarkan tubuh Eva pergi tanpa melakukan investigasi," lanjut Andrea.

Pihak keluarga menemukan bahwa ada berkas-berkas tidak lengkap yang harusnya mendapat persetujuan Eva. Selain itu dokter yang melakukan operasi, Dr Victor Ramirez, juga diketahui pernah tersangkut kasus dan ada pasiennya yang pernah meninggal saat ia tangani.

Menanggapi hal ini Asosiasi Medis Australia memperingatkan kepada warganya untuk tidak sengaja bepergian ke negara berkembang untuk melakukan operasi kecantikan yang berisiko. Wakil Ketua Asosiasi Dr Stephen Parnis mengatakan dokter Australia sering melihat komplikasi pada pasien yang melakukan operasi di luar negeri.

"Apa yang kita lihat dari waktu ke waktu adalah hal seperti infeksi, seringnya karena bakteri resisten yang tak ada di Australia. Kita juga melihat komplikasi seperti pendarahan," pungkas Dr Parnis.

Baca juga: Kemaluan Diamputasi Karena Implan Pada Mr P Gagal

(fds/vit)

Berita Terkait