Inspeksi mendadak yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di pabrik tahu yang mengandung formalin membuktikan masih ada pabrik nakal yang mencampurkan formalin dalam makanan. Padahal jelas-jelas, formalin sangat membahayakan kesehatan.
Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM, Henri Siswadi, menuturkan bahwa efek mengonsumsi formalin sangat banyak. Dalam jangka pendek, konsumen bisa merasa mual dan muntah-muntah.
"Efek formalin di makanan yang akut, dalam jangka pendek itu bisa membuat pusing, mual dan muntah-muntah," tutur Henri di lokasi pabrik tahu berformalin, Jl Kampung Sawah, Desa Ragajaya, Citayam, Bogor, Rabu (22/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika konsumen tak merasakan beberapa hal tersebut, bukan berarti formalin tak berefek. Henri menjelaskan bahwa beberapa penelitian membuktikan formalin juga mempunyai efek akumulatif.
Artinya, formalin baru akan berefek jika dikonsumsi jangka panjang. Hal ini dikarenakan formalin yang menumpuk di tubuh akan merusak dan meracuni organ-organ dalam.
"Bisa kena masalah ginjal nantinya. Atau paling sering itu masalah pencernaan yang bisa berujung pada kanker," tuturnya.
Efek formalin tak hanya dirasakan oleh konsumen. Pekerja pabrik makanan yang sehari-harinya berinteraksi dengan formalin juga bisa terserang kanker, terutama kanker saluran pernapasan.
"Karena dia kan dekat-dekat formalin terus ya, bisa juga terhirup. Nantinya bisa kena kanker di saluran pernapasan," tambahnya lagi.
Baca juga: Cegah Konsumsi Es Tercemar, BPOM Rencanakan Es Batu Ber-SNI
Karena itu masyarakat diimbau untuk lebih hati-hati ketika mengonsumsi makanan. Ciri utama makanan yang mengandung formalin adalah tetap segar dan tidak basi meskipun sudah disimpan berhari-hari di suhu ruangan.
"Terutama makanan yang tidak dikemas. Kalau makanan kemasan biasanya mengandung pengawet tapi aman untuk tubuh. Kalau makanan seperti mi, tahu dan tempe kan bukan untuk disimpan dalam waktu lama. Seharusnya dalam satu dua hari sudah berubah ada lendirnya, berbau basi begitu dan kalau dimakan rasanya asam," pungkasnya.
(rsm/vit)











































