Nyeri haid atau yang dikenal dengan dismenore memiliki dua golongan yaitu primer dan sekunder. Dokter spesialis kandungan dr Ardiansjah Dara, SpOG menjelaskan bahwa nyeri haid itu wajar selama masih termasuk pada nyeri haid golongan primer.
Menurutnya, dismenore primer dapat disebabkan karena faktor intrinsik dari tubuh yaitu kontraksi uterus. Jika pada kenyataan terdapat mioma, tumor, dan gangguan lainnya pada rahim maka itu dapat mengakibatkan adanya dismenore sekunder.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika memang penyebabnya adalah dismenore primer, maka bisa diatasi dengan pencapaian orgasme oleh para wanita dengan suaminya. Orgasme diyakini mampu cegah nyeri haid karena kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya pelepasan hormon endorphin.
"Hormon endorfin memang berfungsi untuk membuat rasa nyaman ya. Tapi ingat, orgasme saat mens tidak boleh dicapai dengan melakukan hubungan seks," ungkap dr Dara yang ditemui di Balai Kartini, Jl Jendral Gatot Subroto Kav 37, Jakarta Selatan, seperti ditulis pada Kamis (23/4/2015).
Menurut dr Dara, banyak cara yang dapat dilakukan pasangan suami istri untuk mencapai orgasme tanpa melakukan hubungan intim. Pelepasan hormon endorphin yang memberi rasa nyaman, membuat wanita nantinya dapat melakukan aktivitasnya tanpa merasakan dismenore lagi.
(ajg/vit)











































