Menurut penelitian terbaru, menarik atau tidaknya bau badan seseorang di mata nyamuk sangat bergantung pada kondisi genetik mereka. Jadi ada sebagian individu yang jarang digigit nyamuk karena gennya menghasilkan semacam penolak serangga alami, begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Tak Ada Peningkatan Kasus, RSPAD Tetap Waspadai Siklus DBD 5 Tahunan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata hanya pada pasangan kembar identik saja peneliti dapat melihat bahwa nyamuk memiliki ketertarikan khusus terhadap mereka. "Kami semakin yakin karena kembar identik berbagi gen yang sama. Itu artinya gigitan nyamuk cenderung didasari pada kondisi genetik si partisipan," ungkap Dr James Logan.
Dengan mempelajari mekanisme genetik tersebut, lanjut peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine tersebut, ilmuwan dapat mengembangkan metode untuk melindungi seseorang dari gigitan nyamuk, serta mencegah berbagai penyakit yang bisa disebar oleh nyamuk.
"Bahkan mungkin di masa depan, kita bisa menciptakan sebuah pil yang dapat meningkatkan produksi penolak nyamuk alami pada tubuh, dan otomatis menggeser lotion," imbuhnya seperti dikutip dari Mirror, Jumat (24/4/2015). (Rahma Lilahi Sativa/AN Uyung Pramudiarja)











































