Ian Givens, profesor dari Food Production & Quality, Reading University, Inggris, mengatakan susu organik dalam hal ini ditemukan memiliki kandungan iodium yang sepertiga lebih rendah dari susu biasa. Hal ini ia katakan harus menjadi perhatian karena kekurangan iodium pada wanita hamil dapat berdampak pada anak.
Susu organik sendiri adalah produk dari sapi yang makanannya sangat dijaga hanya boleh makan langsung di padang rumput. Sapi tidak boleh disuntik hormon BGH, yang umum digunakan untuk meningkatkan produksi susu segar pada sapi perah biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Konsumsi Susu Ibu Hamil Saat Mengandung, Perlukah?
"Riset kami menunjukkan bahwa tren ini (minum susu organik -red) bisa membawa implikasi serius untuk kesehatan publik. Kekurangan iodium dulu endemik di beberapa bagian Inggris, bila tak diawasi kita bisa kembali lagi alami krisis kesehatan ini," papar Givens seperti dikutip dari Telegraph.
Di lain sisi pihak industri susu organik di Inggris menolak hasil studi Givens. Mereka mengatakan data yang digunakan pada studi sudah tidak berlaku.
Studi sebelumnya, Dr Sarah Bath dari University of Surrey dalam penelitiannya di jurnal Lancet menemukan bahwa kandungan iodium yang sedikit pada ibu hamil akan mengurangi intelektual anak kelak.
"Kami melihat ada perbedaan tiga poin IQ antara anak yang lahir dari ibu dengan iodium rendah dan anak dari ibu dengan tingkat iodium yang cukup," ujar Bath seperti dikutip dari BBC pada Selasa (28/4/2015).
Baca juga: Banyak Minum Susu Tinggi Kalsium Sebabkan Pengapuran Tulang? Ini Faktanya (Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)











































