Ya, seperti diungkapkan oleh sekelompok peneliti dari Tiongkok, bahwa dampak intens video game tampak pada wilayah tertentu di bagian otak. Mereka menemukan bahwa para gamer memiliki suatu bagian yang disebut sebagai 'grey matter' lebih banyak, yang berfungsi meningkatkan konektivitas di subregional tertentu pada otak.
Mereka yang hobi bermain video game action dikenal memiliki keterampilan perhatian dan koordinasi yang lebih baik antara mata dan tangan, sehingga mereka juga disebut-sebut memiliki fungsi kognitif dan daya ingat yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi ini, tim peneliti melakukan pemeriksaan scan otak terhadap 27 peserta sudah sering memainkan game action, yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan 30 peserta yang masih amatir. Disimpulkan bahwa mereka yang hobi bermain video game jenis action memiliki peningkatan neuroplastisitas, yakni kemampuan otak terkait memori dan fungsi kognitif.
"Hal ini mendukung penelitian sebelumnya di mana bermain video game dikaitkan dengan ketebalan tertentu pada daerah otak," ujar Gong D, salah seorang peneliti yang terlibat, seperti dikutip dari Medical Daily, Sabtu (2/5/2015).
Sementara itu, psikolog sosial Christopher Engerlhardt, mengatakan bahwa efek dari video game mungkin kecil, tetapi efek yang kecil tersebut dapat berperan penting.
"Efek dari video game mungkin kecil. Tetapi efek yang kecil tersebut dapat berperan penting karena jumlah orang yang bermain video game," jelasnya.
Baca juga: Tak Melulu Negatif, Ini Manfaat Positif Video Games untuk Anak
(Ajeng Anastasia Kinanti/AN Uyung Pramudiarja)











































