Wanita 20 tahun asal Sydney tersebut dirawat di St Vincent's Hospital karena keracunan karbon monoksida alias CO. Dokter menyebut kebiasaan mengisap hookah sebagai penyebab keracunan, yang ditandai dengan kepala melayang-layang karena otak kekurangan oksigen.
Saat dilarikan ke rumah sakit, wanita itu mengeluh pusing dan mual-mual. "Namun beberapa jam kemudian situasi memburuk saat wanita itu mulai mengalami gejala serangan jantung," kata Louis Wang, seorang dokter di St Vincent's Hospital, dikutip dari Sydney Morning Herald, Senin (4/5/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Survei: 40 Persen Perokok Juga Mengisap Shisha, Cerutu dan Rokok Elektrik
Dr Wang mengatakan, wanita ini mengalami penumpukan CO dalam darah akibat kebiasaan mengisap hookah setiap hari. Normalnya kadar CO dalam darah cuma 1,5 persen, namun pada wanita ini terukur kadarnya mencapai 25 persen.
Dalam laporannya di Medical Journal of Australia, Dr Wang menyebut desain pipa hookah sangat berisiko memicu kekurangan oksigen. Tidak banyak udara masuk ke dalam sistem dan hasilnya akan lebih banyak CO yang dihasilkan.
"Residu gas yang masih terisap mengandung banyak racun, dan Anda tidak bisa mencium CO. Gas ini tidak kelihatan, tidak berbau, tetap benar-benar ada di sana," tegas Dr Wang.
Baca juga: Studi: Shisha Tidak Lebih Aman Dibandingkan Rokok (AN Uyung Pramudiarja/AN Uyung Pramudiarja)











































