Digigit Anjing Pitbull, 4 Orang di AS Terinfeksi Bakteri Yersinia Pestis

Digigit Anjing Pitbull, 4 Orang di AS Terinfeksi Bakteri Yersinia Pestis

- detikHealth
Senin, 04 Mei 2015 17:30 WIB
Digigit Anjing Pitbull, 4 Orang di AS Terinfeksi Bakteri Yersinia Pestis
Colorado - Wabah bakteri yersinia pestis yang ditularkan dari anjing ke manusia telah menjangkiti empat orang di Colorado. Hal ini merupakan kasus pertama di Amerika Serikat dalam kurun waktu 90 tahun terakhir.

Biasanya, wabah bakteri ini ditularkan dari anjing pitbull yang sakit ke pemiliknya. Kontak pribadi antara pemilik dengan hewan peliharaan yang terinfeksi biasanya menyebabkan penularan yang cepat. Kini, korban yang terinfeksi bakteri yersinia pestis sedang dirawat intensif dan diberikan antibiotik.

Dugaan sementara menyebutkan bakteri yersinia pestis menjadi penyebab dalam kasus ini di mana bakteri tersebut ditularkan dari gigitan dan luka cakaran. "Kami tahu bahwa hal ini pasti didapatkan dari anjing. Meskipun wabah ini jarang terjadi di Amerika Utara, negara bagian lain seperti Amerika Serikat sangat peduli pada penyebaran wabah ini. Dipastikan bakteri yersinia pestis beredar di antara populasi hewan pengerat liar," tulis para peneliti dalam laporan untuk Centers for Disease Control and Prevention, dikutip dari NBC News, Senin (4/5/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Digigit Anjing Saat Asyik Bermain, Wajah Bocah 4 Tahun Ini Luka Parah

Beberapa anjing yang sakit pada musim panas lalu telah disuntik mati karena memiliki beberapa ciri yaitu batuk darah dan tubuhnya yang lemah. Pada awal diagnosis, anjing diduga terinfeksi bakteri lain, namun kemudian tes menunjukkan anjing tersebut terinfeksi yersinia pestis yaitu bakteri yang pernah membunuh 25 juta orang pada abad pertengahan.

Dr John Douglas, dari Departemen Kesehatan di Colorado mengatakan bahwa wabah bakteri ini biasanya ditularkan melalui anjing dan tikus. Kasus ini terakhir terjadi pada tahun 1924 di Los Angeles. Ketika pejabat kesehatan Colorado mendapat laporan tentang wabah, mereka mulai melakukan penyelidikan hingga melalui uji sampel jaringan, ditemukanlah infeksi bakteri yersinia pestis.

"Tentu saja ini didapatkan dari anjing. Penderita batuk darah dan itu adalah gejala awalnya. Ketika pasien dengan pneumonia batuk dan partikel darah yang terinfeksi lendir akan menyebar kepada orang lain dan hewan, ini akan menjadi penyebab penularan. Ini adalah bentuk paling berbahaya dari wabah karena dapat menyebar dengan cara yang berbeda, " ucap Tri-County Janine Runfola.

Dua teknisi yang merawat anjing dengan infeksi pernapasan, telah diberikan antibiotik. Setelah pemilik anjing dinyatakan positif terjangkit wabah, mereka akan diperiksa dan diberi antibiotik intravena ekstra untuk memastikan mereka sembuh dari infeksi.

"Tidak ada cara yang pasti untuk memastikan penularan wabah ini. Jangan biarkan anjing Anda berkeliaran di tempat-tempat kumuh. Jika Anda memiliki kontak dengan hewan pengerat seperti tupai dan tikus lalu merasakan gangguan pada pernapasan, sebaiknya lekas periksa ke rumah sakit terdekat," sambung Dr Douglas.

Baca juga: Membedakan Demam Karena Infeksi Virus atau Bakteri

(Radian Nyi Sukmasari/Radian Nyi Sukmasari)

Berita Terkait