Di halaman Duksung Women's University, Seoul, para mahasiswa dibekali dengan selimut dan bantal agar merasa nyaman sebelom lomba dimulai. Mereka juga dibekali penutup mata untuk menghalangi sinar matahari seperti diberitakan Korea Times.
Para partisipan lomba diberikan waktu lima menit untuk tertidur sebelum panitia mulai memberikan penilaian. Skor tinggi diberikan kepada peserta yang tidur lelap dalam waktu singkat lewat tes seperti meniup wajah atau memberi lelucon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak panitia, grup Love Recipe, mengatakan kompetisi ini dilakukan dengan dua tujuan. Mereka ingin menekankan pentingnya tidur dan memberitahu bahaya kurang tidur akibat stres ujian. Data pemerintah menunjukkan bahwa sekitar tiga puluh persen orang berusia 13 sampai 24 tahun di Korea Selatan alami kekurangan tidur.
"Kami ingin memberi pesan bahwa daripada pergi berpesta sehabis ujian, mahasiswa lebih baik tidur untuk menyembuhkan jiwa dan raganya yang lelah," tulis Love Recipe di media lokal seperti dikutip dari BBC pada Selasa (5/5/2015).
Tentu saja karena ini kompetisi ada hadiah yang panitia siapkan. Bagi mereka yang memenangkan juara pertama dan kedua bisa membawa pulang sejumlah uang dan juara ketiga mendapatkan bantal.
Baca juga: Perilaku Buruk Remaja Bisa Karena Kurang Tidur (Firdaus Anwar/AN Uyung Pramudiarja)











































