Rabu, 06 Mei 2015 18:51 WIB

Multiple Sclerosis punya Karakteristik Berbeda di Setiap Daerah

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Multiple sclerosis (MS) bisa menyerang seluruh sistem saraf dan mengakibatkan berbagai gejala kelumpuhan. Gejalanya bisa berbeda tergantung sistem saraf apa yang diserang dan dikatakan dokter punya polanya sendiri di tiap daerah.

dr Yuda Turana, SpS, dari Dept Neurologi FK UNIKA Atmajaya mengatakan di Indonesia misalnya kasus MS bisa dibilang cukup langka. Ia sendiri mengaku baru pernah melihat lima pasien saraf dengan kelumpuhan akibat MS.

Sementara itu di Australia dikatakan oleh dr Yuda banyak pasien MS. Kebanyakan gejala dari pasien MS Australia juga berbeda dengan pasien di Indonesia yang lumpuh. Tanpa sebab yang pasti, MS di Australia banyak yang terjadi pada sistem saraf mata.

Baca juga: Mengenal Multiple Sclerosis yang 'Menggerogoti' Pepeng Hingga Akhir Hayat

"Kalau di Australia misalnya paling sering di saraf penglihatan sehingga semua pasien gangguan penglihatan itu dipastikan dulu bukan MS. Sampai saat ini penyebab MS itu apa kita belum tahu. Kontroversi," ujar dr Yuda ketika dihubungi detikHealth pada Rabu (6/5/2015).

Jurnal Multiple Sclerosis International memang melaporkan bahwa prevalensi MS terlihat jelas berbeda di tiap belahan dunia. Peneliti dalam jurnal mengatakan MS biasanya lebih sering muncul pada orang dengan darah keturunan Eropa bagian utara.

Genetik disebut-sebut sebagai faktor resiko namun sekali lagi sampai saat ini tak ada bukti ilmiah yang membuktikan hal tersebut.
"Kenapa di Australia banyak tapi di Indonesia jarang? Di negara-negara tentu malah gak ada. Polanya sih lebih sering pada orang-orang produktif," pungkas dr Yuda.

Baca juga: Banyak Gejala, Multiple Sclerosis Sulit Terdiagnosis Sejak Awal


(Firdaus Anwar/Nurvita Indarini)