"Bicara penyakit infeksi, kita kenal emerging infectious disease. Penyakit yang sebelumnya tidak ada menjadi ada," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Dr dr Fatmawati, MPH, Kamis (6/5/2015).
Baca juga: Menkes Ingin Kembangkan RS Sulianti Saroso Jadi Pusat Riset
Menurut dr Fatmawati, pusat riset dibutuhkan untuk menangani penyakit-penyakit yang baru muncul. Biasanya, contoh penanganan kasusnya tidak banyak atau bahkan tidak ada karena penyakitnya belum dikenal sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Thermal Scanner Bandara Soetta Dicek Menkes, Jika Suhu Naik Langsung Diisolasi
Sejak 2009, RSPI Sulianti Saroso menjadi pusat kajian dan rujukan nasional untuk penyakit infeksi. Beberapa kasus mulai dari flu burung hingga suspek ebola pernah ditangani rumah sakit yang terletak di Jakarta Utara ini.
"Sayang sekali kalau ini (RSPI Sulianti Saroso) tidak kita jadikan suatu center untuk penelitian," kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang juga hadir memberikan sambutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 RSPI Sulianti Saroso.
(up/vit)











































