Makan Wortel dan Rajin Bebenah Rumah, 6 Cara Unik Turunkan Risiko Kanker

Makan Wortel dan Rajin Bebenah Rumah, 6 Cara Unik Turunkan Risiko Kanker

- detikHealth
Jumat, 08 Mei 2015 07:33 WIB
Makan Wortel dan Rajin Bebenah Rumah, 6 Cara Unik Turunkan Risiko Kanker
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Untuk mengurangi risiko seseorang terkena kanker, diyakini faktor gaya hidup juga memegang peranan penting. Oleh sebab itu, yuk mulai lakukan pola hidup sehat guna mengurangi risiko ini.

Sebuah panduan baru yang disusun oleh World Cancer Research Fund menetapkan beberapa panduan yang bisa dilakukan terkait aktivitas sehari-hari untuk dapat membantu mencegah seseorang terkena kanker.

Berikut 6 cara yang bisa dilakukan berdasarkan panduan tersebut, seperti ditulis detikHealth pada Jumat (8/5/2015):

1. Rajin bebenah rumah

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Penelitian menunjukkan bahwa aktif melakukan aktivitas yang membuat kita bergerak dan tak sekadar berdiam diri juga memberi peran langsung dalam mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker usus dan payudara.

Meskipun para ilmuwan masih menyelidiki persis bagaimana aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker, namun studi menunjukkan aktivitas yang teratur dapat membantu menjaga hormon yang sehat dalam kadar yang normal.

2. Konsumsi wortel

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Ingin ngemil? Tak dilarang kok, asalkan camilan yang dipilih sehat dan termasuk dalam jenis yang tepat. Sebab seperti diketahui, kelebihan berat badan atau obesitas memiliki hubungan dengan beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus, payudara, dan hati.

Agar risiko tersebut bisa terus jauh, ganti camilan keripik dengan sayuran renyah seperti wortel.

3. Ganti roti putih

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Ganti asupan roti putih atau pasta dengan berbagai pilihan asupan berbahan gandum untuk memenuhi kebutuhan serat Anda.

Serat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda pun menjadi lebih mudah untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan mengurangi risiko kanker berkaitan dengan berat badan.

Memenuhi kebutuhan serat juga membantu makanan bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan dan mengurangi risiko kanker usus.

4. Kurangi konsumsi garam

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Mengonsumsi terlalu banyak garam tak cuma dapat meningkatkan tekanan darah Anda, tetapi juga meningkatkan risiko kanker perut. Para ilmuwan percaya kondisi ini dimungkinkan karena konsumsi garam secara berlebihan dapat merusak lapisan lambung.

Jika terasa sulit untuk menghilangkan garam, kurangi sedikit demi sedikit secara bertahap. Anda juga bisa mengakalinya dengan mengganti garam dan perbanyak rempah-rempah, lada hitam, bubuk cabai, bawang putih atau lemon memberi cita rasa pada makanan.

5. Ganti daging dengan sayur atau ikan

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Ada bukti kuat bahwa terlalu sering mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko kanker usus. Salah satu alasan yang kuat untuk hal ini adalah kemungkinan bahwa salah satu senyawa yang terdapat di dalam daging merah jika dikonsumsi terlalu banyak dapat merusak lapisan usus. Selain itu, daging olahan juga kerap dikaitkan sebagai penyebab kanker usus.

'Kombinasi' antara kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi daging yang diawetkan dengan kebiasaan buruk lain seperti merokok dapat membuat zat penyebab kanker semakin mudah terbentuk. Hal ini tentu dapat merusak sel-sel dalam tubuh, yang kemudian menyebabkan perkembangan kanker.

Salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan memiliki satu hari bebas daging dalam seminggu. Cobalah untuk menjadi vegetariandalam satu hari tersebut. Atau jika terasa sulit, ganti daging merah dengan ikan.

6. Berdiri saat menerima telepon

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menyediakan waktu sekitar 30 menit sehari untuk melakukan aktivitas fisik bisa membantu mengurangi risiko kanker. Selain itu, hal ini juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Jika memungkinkan, tambahkan juga dengan ekstra 10 menit melakukan aktivitas ringan. Salah satunya adalah dengan berjalan sambil mengobrol di telepon, lebih mengutamakan penggunaan tangga daripada lift, atau parkir mobil sedikit lebih jauh dari tempat tujuan.

Ganti juga kebiasaan seperti terlalu banyak duduk menonton televisi dengan berjalan-jalan sore. Semakin banyak yang Anda beraktivitas, semakin rendah risiko kanker Anda.
Halaman 2 dari 7
Penelitian menunjukkan bahwa aktif melakukan aktivitas yang membuat kita bergerak dan tak sekadar berdiam diri juga memberi peran langsung dalam mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker usus dan payudara.

Meskipun para ilmuwan masih menyelidiki persis bagaimana aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker, namun studi menunjukkan aktivitas yang teratur dapat membantu menjaga hormon yang sehat dalam kadar yang normal.

Ingin ngemil? Tak dilarang kok, asalkan camilan yang dipilih sehat dan termasuk dalam jenis yang tepat. Sebab seperti diketahui, kelebihan berat badan atau obesitas memiliki hubungan dengan beberapa jenis kanker, termasuk kanker usus, payudara, dan hati.

Agar risiko tersebut bisa terus jauh, ganti camilan keripik dengan sayuran renyah seperti wortel.

Ganti asupan roti putih atau pasta dengan berbagai pilihan asupan berbahan gandum untuk memenuhi kebutuhan serat Anda.

Serat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga Anda pun menjadi lebih mudah untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan mengurangi risiko kanker berkaitan dengan berat badan.

Memenuhi kebutuhan serat juga membantu makanan bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan dan mengurangi risiko kanker usus.

Mengonsumsi terlalu banyak garam tak cuma dapat meningkatkan tekanan darah Anda, tetapi juga meningkatkan risiko kanker perut. Para ilmuwan percaya kondisi ini dimungkinkan karena konsumsi garam secara berlebihan dapat merusak lapisan lambung.

Jika terasa sulit untuk menghilangkan garam, kurangi sedikit demi sedikit secara bertahap. Anda juga bisa mengakalinya dengan mengganti garam dan perbanyak rempah-rempah, lada hitam, bubuk cabai, bawang putih atau lemon memberi cita rasa pada makanan.

Ada bukti kuat bahwa terlalu sering mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko kanker usus. Salah satu alasan yang kuat untuk hal ini adalah kemungkinan bahwa salah satu senyawa yang terdapat di dalam daging merah jika dikonsumsi terlalu banyak dapat merusak lapisan usus. Selain itu, daging olahan juga kerap dikaitkan sebagai penyebab kanker usus.

'Kombinasi' antara kebiasaan terlalu banyak mengonsumsi daging yang diawetkan dengan kebiasaan buruk lain seperti merokok dapat membuat zat penyebab kanker semakin mudah terbentuk. Hal ini tentu dapat merusak sel-sel dalam tubuh, yang kemudian menyebabkan perkembangan kanker.

Salah satu cara untuk mengakalinya adalah dengan memiliki satu hari bebas daging dalam seminggu. Cobalah untuk menjadi vegetariandalam satu hari tersebut. Atau jika terasa sulit, ganti daging merah dengan ikan.

Menyediakan waktu sekitar 30 menit sehari untuk melakukan aktivitas fisik bisa membantu mengurangi risiko kanker. Selain itu, hal ini juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Jika memungkinkan, tambahkan juga dengan ekstra 10 menit melakukan aktivitas ringan. Salah satunya adalah dengan berjalan sambil mengobrol di telepon, lebih mengutamakan penggunaan tangga daripada lift, atau parkir mobil sedikit lebih jauh dari tempat tujuan.

Ganti juga kebiasaan seperti terlalu banyak duduk menonton televisi dengan berjalan-jalan sore. Semakin banyak yang Anda beraktivitas, semakin rendah risiko kanker Anda.

(ajg/up)

Berita Terkait