5 Penyebab Ngorok dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Ngorok dan Cara Mengatasinya

- detikHealth
Jumat, 08 Mei 2015 08:32 WIB
5 Penyebab Ngorok dan Cara Mengatasinya
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ngorok alias mendengkur bukan cuma mengganggu kenyamanan tidur pasangan atau orang lain di sekeliling. Bagi orang yang mendengkur itu sendiri, penyempitan jalan napas yang terjadi bisa sangat mengurangi kualitas tidur.

Suara dengkuran terjadi akibat jalan napas menyempit, lalu bergetar saat dilalui udara pernapasan. Penyempitan itu sendiri bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari kegemukan hingga kebiasaan minum alkohol secara berlebihan.

Dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (8/5/2015), berikut ini beberapa penyebab seseorang sering ngorok dan cara mengatasinya.

1. Kegemukan

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Salah satu penyebab utama ngorok adalah kegemukan. Khususnya pada laki-laki, kegemukan sering terkonsentrasi di sekitar leher. Timbunan lemak di daerah ini membuat jalan napas menyempit. Untuk mengatasinya, tidak lain adalah dengan menurunkan berat badan.

2. Kecanduan alkohol

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Karena mempunyai efek relaksasi, alkohol dalam takaran wajar sebenarnya bisa membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Celakanya, berada di bawah pengaruh alkohol juga membuat otot pernapasan terlalu rileks sehingga kolaps. Jalan napas yang tersumbat akan bergetar saat digunakan untuk bernapas.

Solusinya adalah mengurangi atau menghindari alkohol. Sebisa mungkin tidak mengonsumsi alkohol menjelang tidur.

3. Merokok

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menurut penelitian, perokok 2 kali lebih berisiko untuk ngorok dibanding yang tidak merokok. Racun yang terkandung dalam asap rokok membuat dinding saluran napas mengalami iritasi, lalu bengkak dan menyumbat aliran udara. Hal yang sama juga dialami oleh perokok pasif.

Solusinya mudah, yakni berhenti merokok.

4. Tidur salah posisi

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tidur telentang merupakan posisi yang paling berisiko menyebabkan ngorok. Pengaruh grafitasi membuat pangkal lidah dan jaringan lain di sekitar leher turun dan menekan jalan napas.

Solusinya, tidurlah dengan posisi miring. Cara lainnya adalah dengan menempatkan bantal agak miring sehingga membuat jalan napas sedikit lebih terbuka.

5. Tidak bisa mingkem

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tidur dengan mulut terbuka juga bisa meningkatkan risiko ngorok. Saat bernapas dengan hidung, udara masuk melalui saluran yang memang 'didesain' tidak menyebabkan turbolensi. Sebaliknya saat bernapas dengan mulut, udara lewat menghantam tenggorokan.

Sejenis alat khusus banyak dijual untuk mencegah mulut menganga saat tidur.
Halaman 2 dari 6
Salah satu penyebab utama ngorok adalah kegemukan. Khususnya pada laki-laki, kegemukan sering terkonsentrasi di sekitar leher. Timbunan lemak di daerah ini membuat jalan napas menyempit. Untuk mengatasinya, tidak lain adalah dengan menurunkan berat badan.

Karena mempunyai efek relaksasi, alkohol dalam takaran wajar sebenarnya bisa membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Celakanya, berada di bawah pengaruh alkohol juga membuat otot pernapasan terlalu rileks sehingga kolaps. Jalan napas yang tersumbat akan bergetar saat digunakan untuk bernapas.

Solusinya adalah mengurangi atau menghindari alkohol. Sebisa mungkin tidak mengonsumsi alkohol menjelang tidur.

Menurut penelitian, perokok 2 kali lebih berisiko untuk ngorok dibanding yang tidak merokok. Racun yang terkandung dalam asap rokok membuat dinding saluran napas mengalami iritasi, lalu bengkak dan menyumbat aliran udara. Hal yang sama juga dialami oleh perokok pasif.

Solusinya mudah, yakni berhenti merokok.

Tidur telentang merupakan posisi yang paling berisiko menyebabkan ngorok. Pengaruh grafitasi membuat pangkal lidah dan jaringan lain di sekitar leher turun dan menekan jalan napas.

Solusinya, tidurlah dengan posisi miring. Cara lainnya adalah dengan menempatkan bantal agak miring sehingga membuat jalan napas sedikit lebih terbuka.

Tidur dengan mulut terbuka juga bisa meningkatkan risiko ngorok. Saat bernapas dengan hidung, udara masuk melalui saluran yang memang 'didesain' tidak menyebabkan turbolensi. Sebaliknya saat bernapas dengan mulut, udara lewat menghantam tenggorokan.

Sejenis alat khusus banyak dijual untuk mencegah mulut menganga saat tidur.

(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads