Gemar Makanan Asap, Masyarakat Sofifi Maluku Utara Rentan Kena Stroke

Gemar Makanan Asap, Masyarakat Sofifi Maluku Utara Rentan Kena Stroke

- detikHealth
Sabtu, 09 Mei 2015 09:20 WIB
Gemar Makanan Asap, Masyarakat Sofifi Maluku Utara Rentan Kena Stroke
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Maluku - Sebagai masyarakat kepulauan, orang-orang di Sofifi, Provinsi Maluku Utara, gemar mengonsumsi ikan yang diolah dengan cara diasap dan diasinkan. Dilihat dari sudut budaya tentu saja hal tersebut termasuk salah satu bentuk kekayaan budaya, namun bila dari sisi kesehatan ternyata konsumsi pangan tersebut punya dampak untuk masyarakat.

Masalah kolesterol tinggi yang berujung hingga stroke dikatakan masih menjadi tantangan oleh dokter Puskesmas Galala, Kota Sofifi, Maluku Utara. Akses rujukan yang sulit karena harus melintasi pulau menambah pelik masalah apabila ada kejadian darurat.

Baca juga: Ini yang Dirasakan Tubuh Kalau Punya Kolesterol Tinggi

"Stroke yang sampai hilang kesadaran begitu. Untuk tingkatan yang seperti itu kan butuh ICU yang lebih tinggi," kata dokter Puskesmas Galala, dr Dinar Indraswari, ketika ditemui pada acara pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan ditulis pada Sabtu (9/5/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebanyakan dari kejadian stroke dikatakan oleh dr Dinar diakibatkan oleh tingginya kolesterol masyarakat. Pola hidup yang tak sehat seperti merokok ditambah konsumsi makanan yang diasap dan diasinkan menambah risiko stroke karena dapat meninggikan kolesterol serta menyebabkan hipertensi.

"Biasanya lebih ke laki-laki karena suka merokok terus hipertensi dan kolesterol. Pola makan di sini juga ikan-ikan itu loh serba di asap. Itu bikin kolesterol naik. Makanan kacang-kacangan juga, semua pakai kacang jadi asam urat sama kolesterolnya naik," papar dr Dinar.

Berkaitan dengan tersebut KIS memang baru-baru ini dibagikan oleh presiden Joko Widodo untuk masyarakat di Sofifi agar semua orang mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Namun tanpa didukung perubahan pola hidup sehat angka kesakitan terutama penyakit tidak menular masih tetap bisa tinggi. Imbasnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan banyak menanggung klaim penyakit masyarakat.

Baca juga: Makanan Apa yang Cocok Agar Asam Urat Tidak Naik?



(fds/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads