Charles Rosen, MD, dokter bedah ortopedi dari UC Irvine School of Medicine mengungkapkan, 85 persen orang akan mengalami nyeri punggung rata-rata selama 4-5 hari. Namun yang unik adalah risiko nyeri punggung tak hanya muncul karena olahraga berlebihan atau tidur dalam posisi yang keliru lho.
Nyatanya ada lima hal yang dapat meningkatkan risiko nyeri punggung, namun tak ada kaitannya dengan kondisi ini. Simak paparannya seperti dikutip dari Men's Health, Selasa (12/5/2015) berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Rokok
|
|
"Dengan kurangnya nutrisi, sel-sel di sendi punggung akan menyusut lalu mati, dan inilah yang memicu munculnya nyeri," terangnya.
2. Depresi
|
|
Namun sebuah teori mengungkapkan, depresi klinis menurunkan toleransi seseorang terhadap rasa sakit, sehingga orang yang bersangkutan lebih rentan merasakan nyeri serta mengeluhkannya. Lagipula saat terserang depresi, seseorang akan cenderung menghadapinya dengan cara yang tak sehat seperti bermalas-malasan atau merokok, yang pada akhirnya dapat memicu nyeri punggung.
3. Minuman keras
|
|
Padahal jarang berolahraga dapat mengakibatkan hilangnya otot dan fleksibilitas tulang belakang, sehingga punggung lebih rentan kesakitan. Tukang minum juga lebih berisiko mengalami cedera pada punggungnya saat mabuk berat.
4. Bobot berlebih
|
|
Selain itu, kelebihan berat badan, terutama di bagian perut akan menarik tulang belakang ke depan, sehingga punggung makin tertekan. Inilah yang memicu munculnya nyeri pada punggung.
5. Berkendara
|
|
"Bahkan frekuensi getaran yang tubuh rasakan saat berkendara itu sama dengan getaran yang dapat merusak daerah luar cakram dari tulang belakang. Dan hal itulah yang menyebabkan nyeri pada punggung," kata Dr Rosen.
Halaman 2 dari 6











































