Mengapa begitu? Kucing boleh jadi salah satu hewan yang paling digemari untuk jadi peliharaan. Namun dari hasil penelitian terbaru ditemukan bahwa memelihara kucing diduga dapat meningkatkan risiko glaukoma pada diri seseorang.
Baca juga: Glaukoma Penyebab Kebutaan Kedua di Indonesia
Untuk keperluan studi ini, tim dari University of California meminta 1.678 partisipan yang berusia antara 50-60 tahun untuk menjalani tes alergi. Peneliti ingin memastikan apakah orang-orang ini alergi pada tungau debu, kucing, anjing, kecoak atau tikus. Kebetulan 5 persen di antaranya mengidap glaukoma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Immunoglobulin E sendiri merupakan sebuah antibodi yang dihasilkan tubuh khusus untuk merespons hewan tertentu, yakni kucing dan kecoak.
Ini berarti ada kecocokan, sebab sebelumnya peneliti juga menemukan bahwa penderita glaukoma mempunyai kadar immunoglobulin E yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak berpenyakit mata. Terbukti dari hasil tes alergi, hanya 10 persen pasien non-glaukoma yang juga memperlihatkan immunoglobulin E tinggi dalam tubuhnya.
"Ini menguatkan dugaan kami bahwa sistem kekebalan memainkan peran penting dalam menentukan risiko glaukoma seseorang, sebab mereka yang mengidap glaukoma memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap kecoak dan kucing," ungkap peneliti seperti dikutip dari American Journal of Ophthalmology, Sabtu (16/5/2015).
Uniknya, jika seseorang memutuskan untuk memelihara anjing, risiko glaukoma ini bisa dihindari. Hal ini karena dalam tes yang sama, kadar immunoglobulin pada pemelihara anjing hanya naik sekitar 6 persen saja. Peneliti menduga mungkin ini karena anjing lebih banyak menghabiskan waktunya di luar ruangan.
Baca juga: 14 Penyakit yang Dapat Ditularkan oleh Hewan Peliharaan
(lll/up)
