Jakarta -
Tak banyak yang tahu bila anggota-anggota tubuh yang terlihat sepele seperti kuku ternyata dapat menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Chris Adigun, MD, dokter spesialis kulit dan pakar kuku dari Chapel Hill, Carolina Utara. Ia mengungkapkan, sejumlah penyakit dapat mempengaruhi aliran darah, pola pertumbuhan atau bentuk kuku tangan maupun jari, bahkan jauh sebelum gejala penyakit itu sendiri muncul.
Berikut kondisi kuku lain yang harus diwaspadai sebagai gejala awal munculnya gangguan kesehatan, seperti dikutip dari Men's Health, Rabu (20/5/2015).
Baca juga: Jangan Malas, Ini 4 Manfaat Rutin Menggunting Kuku untuk Kesehatan
1. Garis melintang di kuku
Illustrasi: Thinkstock
|
Dr Adigun menjelaskan, unculnya semacam garis melintang di kuku ini terjadi karena sel-sel matriks (sel pembentuk kuku baru) berhenti bekerja untuk sementara karena stres, entah itu akibat penyakit serius atau trauma.
"Tapi biasanya gejalanya baru muncul 3-6 bulan setelah kejadian penyebab stres, atau tepatnya ketika kuku mulai tumbuh lagi," paparnya. Selain karena stres, kondisi ini juga bisa memperlihatkan risiko diabetes atau gangguan sirkulasi darah.
2. Onycholysis
Illustrasi: Thinkstock
|
Kondisi ini digambarkan dengan kuku yang terkelupas sebagian sehingga terlihat kulit di bawahnya. Jika bukan karena cedera, ini bisa jadi pertanda kinerja kelenjar tiroid yang berlebihan.
3. Infeksi jamur
Illustrasi: Thinkstock
|
Bila kuku menebal, berwarna kekuningan atau kehijauan, rapuh dan rusak, ini mungkin karena kuku Anda terserang jamur. Namun untuk memastikannya, konsultasikan dengan dokter ahli kulit.
Infeksi jamur pada kuku kaki merupakan pertanda awal adanya gangguan kesehatan seperti gula darah yang tinggi akibat diabetes.
4. Noda putih di kuku
Illustrasi: Thinkstock
|
Bila di kuku Anda ditemukan semacam noda putih dan saat dipencet tidak hilang, itu pertanda Anda mengalami 'true leuconychia'. Kondisi ini disebabkan cedera pada kuku atau infeksi. "Bahkan pada kasus tertentu, ini juga bisa karena keracunan arsenik walaupun sangat jarang terjadi," ungkap Dr Adigun.
Namun bentuk noda putih yang berbeda-beda juga bisa menunjukkan kondisi yang berbeda. Misalkan bila seluruh permukaan kuku memutih kecuali strip merah di pangkal kuku bisa berarti gangguan hati. Sedangkan bila kuku berwarna separuh merah separuh putih, itu pertanda adanya penyakit ginjal.
Dr Adigun menjelaskan, unculnya semacam garis melintang di kuku ini terjadi karena sel-sel matriks (sel pembentuk kuku baru) berhenti bekerja untuk sementara karena stres, entah itu akibat penyakit serius atau trauma.
"Tapi biasanya gejalanya baru muncul 3-6 bulan setelah kejadian penyebab stres, atau tepatnya ketika kuku mulai tumbuh lagi," paparnya. Selain karena stres, kondisi ini juga bisa memperlihatkan risiko diabetes atau gangguan sirkulasi darah.
Kondisi ini digambarkan dengan kuku yang terkelupas sebagian sehingga terlihat kulit di bawahnya. Jika bukan karena cedera, ini bisa jadi pertanda kinerja kelenjar tiroid yang berlebihan.
Bila kuku menebal, berwarna kekuningan atau kehijauan, rapuh dan rusak, ini mungkin karena kuku Anda terserang jamur. Namun untuk memastikannya, konsultasikan dengan dokter ahli kulit.
Infeksi jamur pada kuku kaki merupakan pertanda awal adanya gangguan kesehatan seperti gula darah yang tinggi akibat diabetes.
Bila di kuku Anda ditemukan semacam noda putih dan saat dipencet tidak hilang, itu pertanda Anda mengalami 'true leuconychia'. Kondisi ini disebabkan cedera pada kuku atau infeksi. "Bahkan pada kasus tertentu, ini juga bisa karena keracunan arsenik walaupun sangat jarang terjadi," ungkap Dr Adigun.
Namun bentuk noda putih yang berbeda-beda juga bisa menunjukkan kondisi yang berbeda. Misalkan bila seluruh permukaan kuku memutih kecuali strip merah di pangkal kuku bisa berarti gangguan hati. Sedangkan bila kuku berwarna separuh merah separuh putih, itu pertanda adanya penyakit ginjal.
(Rahma Lilahi Sativa/Nurvita Indarini)