Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia, DR dr Aru W Sudoyo, SpPD, KHOM menyatakan bahwa perubahan gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor penyebab kanker yang cukup besar.
"Sembilan puluh persen hingga 95 persen kanker dipengaruhi oleh lingkungan termasuk gaya hidup kita, dan 5 hingga 8 persen dipengaruhi oleh turunan keluarga," ujarnya yang ditemui saat jumpa pers di Kalbe Oncology Forum, seperti ditulis Senin (25/4/2015).
Pasalnya, kebanyakan orang saat ini jarang berolahraga dan sering mengonsumsi makanan yang tidak bersih, mengandung bahan pengawet dan bahan pewarna yang tentunya berbahaya terhadap kesehatan.
Baca juga: Hii, Cuman Makan Fast Food 2 Minggu, Langsung Berisiko Kanker Usus Besar
"Kanker dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat yaitu banyak beraktivitas, mengonsumsi makanan yang sehat, menjaga kebersihan lingkungan, tidak merokok, dan tidak meminum alkohol," ungkap Prof Dr dr Arry Haryanto SpPD KHOM, Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam, pada forum yang sama.
DR dr Aru juga menjelaskan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini pada akhirnya membuat pasien yang datang ke rumah sakit sudah memasuki stadium lanjut.
Deteksi dini kanker bisa dilakukan sendiri maupun dengan cara screening. Misalnya untuk mendeteksi kanker payudara, wanita bisa melakukan pengamatan benjolan. Kanker usus besar bisa dideteksi melalui gejala seperti nyeri perut, bentuk feses yang berubah-ubah, hingga mengeluarkan feses yang berdarah.
Selain itu, masyarakat juga perlu melakukan pemeriksaan. Misalnya memeriksa feses di laboratorium secara berkala, maupun melakukan pemeriksaan langsung ke dokter sebelum menyadari kanker sudah berada di stadium lanjut dan susah disembuhkan.
Baca juga: Obat Kanker Diproduksi dalam Negeri, Harganya Bisa Ditekan Hingga 40 Persen
(AN Uyung Pramudiarja/AN Uyung Pramudiarja)











































