Baru-baru ini sebuah video yang menghebohkan tersebar di dunia maya. Video dimulai dengan adegan seorang pria yang membuka pintu sebuah truk berwarna putih. Ketika pintu truk dibuka, terlihat seorang anak yang meringkuk ketakutan. Tampaknya keduanya adalah pasangan ayah dan anak.
Kemudian terdengar suara pria tersebut menyuruh si bocah keluar dari truk. Namun karena si bocah enggan turun, sang ayah menarik seutas tali yang ternyata telah melingkar di leher si anak.
Ditarik secara paksa, si anak yang diketahui berusia 10 tahun itu pun terjatuh ke tanah dan menangis. Sayang ayahnya tak peduli. Ia justru tetap berjalan menuju trotoar dan mulai menyeret si bocah hingga sejauh 100 meter.
Sambil menyeret itulah, sang ayah sempat terdengar berteriak, "Aku akan membesarkanmu seperti seekor anjing!" sebelum akhirnya si bocah terjerembab ke tanah. Demikian seperti dikutip dari Mirror, Senin (1/6/2015).
Tapi bukannya iba dan menghentikan kemarahannya, sang ayah kembali menyeret si bocah sebelum akhirnya berbelok masuk ke sebuah apartemen.
Video ini direkam oleh salah seorang tetangga pria tersebut, meski tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya insiden ini. Namun insiden dilaporkan berlangsung di sebuah daerah di Provinsi Zhejian, Tiongkok.
Si tetangga kemudian mengunggahnya ke media sosial dan dalam waktu singkat, pria yang ada dalam video tersebut langsung mendapat kecaman dari banyak pihak.
Menurut keterangan yang didapat media setempat, si ayah yang bekerja sebagai supir truk itu mengaku kehilangan kesabaran karena melihat putranya bermain di luar rumah dan tidak belajar. Terlepas dari itu, ia mengakui jika hukuman yang diberikan kepada sang anak memang 'tidak dibenarkan'.
Baca juga: Tak Sengaja Jatuhkan Makanan, Bocah Ini Dipukuli Hingga Menangis Kesakitan
Si anak dikabarkan mengalami sejumlah cedera di kedua tangannya, sedangkan sang ayah dilaporkan ke polisi karena dianggap melakukan penganiayaan terhadap anak-anak dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Identitas keduanya tetap dirahasiakan.
Baca juga: Utusan Khusus PBB: Kekerasan pada Anak Kerap Dianggap Normal
(Rahma Lilahi Sativa/AN Uyung Pramudiarja)











































