Para aktivis menekankan bahwa lebih dari setengah anak-anak di Madhya Pradesh berada dalam kondisi malnutrisi. Sementara itu telur adalah makanan yang ideal karena memiliki protein tinggi dan mudah dicerna oleh anak.
Baca juga: Kasihan Telur! Nutrisinya Nyaris Sempurna Tapi Dimitoskan Bikin Bisul
Tak hanya anak-anak beberapa orang dewasa juga dikatakan alami malnutrisi dan pemberian telur gratis akan membawa dampak positif bagi mereka.
"Masalahnya orang-orang di kelompok kasta atas yang menentang pemberian telur bukan jenis orang yang akan mendapat keuntungan dari skema ini. Mereka adalah orang-orang yang mempengaruhi kebijakan pemerintah berdasarkan ideologi agama mereka," kata seorang aktivis, Sachin Jain, seperti dikutip dari BBC pada Rabu (3/6/2015).
"Komunitas yang akan diuntungkan dari skema perbaikan gizi tapi tak sependapat dengan ideologi itu," lanjut Jain.
Pemberian telur mungkin bisa dilarang namun Jain menambahkan harus ada tanggung jawab dalam bentuk alternatif lain yang diberikan. Malnutrisi sudah jadi masalah negara sehingga pemerintah harus melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.
"Di lain sisi mereka yang punya sumber daya hingga kini tak bertanggung jawab untuk mengentaskan malnutrisi," pungkasnya.
Baca juga: Murah dan Bernutrisi, Sejuta Telur Dibagikan Gratis di Rusun Tambora
(fds/up)











































