Jelang Ramadan, BPOM Mulai Perketat Pengawasan Pangan

Jelang Ramadan, BPOM Mulai Perketat Pengawasan Pangan

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 08 Jun 2015 18:05 WIB
Jelang Ramadan, BPOM Mulai Perketat Pengawasan Pangan
(Foto: Feri/detikHealth)
Jakarta - Ketika bulan Ramadan datang banyak jajanan makanan atau minuman yang bermunculan di masyarakat. Agar tak ada insiden yang tak diinginkan oleh konsumsi pangan yang tak aman, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan telah memperketat pengawasannya.

Kepala BPOM Roy Sparingga mengimbau masyarakat agar turut ekstra waspada ketika ingin mengonsumsi jajanan Ramadan terutama sirup dan aneka kue. Pangan tersebut ia katakan paling rentan kedaluwarsa atau tercemar bahan berbahaya lainnya.

"Persiapan kita intensifikasi menjelang Ramadan dan Lebaran sudah masuk," ujar Roy di sela acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2015).

Baca juga: KLB Keracunan Pangan Bikin Indonesia Rugi Triliunan Rupiah

Roy mengatakan dari hasil inspeksi menjelang Ramadan, produk berbahaya banyak ditemukan di daerah perbatasan dan sekitar pantai timur Sumatra. Detail inspeksinya masih disimpan tapi Roy berjanji akan dibeberkan ke publik tak lama lagi.

"Jadi masyarakat tolong biasanya itu produk ilegal, kedaluwarsa, dan rusak perlu diperhatikan. Kami sudah melakukan pengawasan intensif di samping Balai POM (Pengawas Obat dan Makanan) juga dengan lintas sektor lain," ujar Roy.

Data sebelumnya pada tahun 2014 BPOM menemukan 140 sarana distribusi pangan tak memenuhi ketentuan. Sebanyak 6.222 produk ditemukan ilegal, rusak, dan tidak memenuhi ketentuan label.

Bila ditemukan sanksi yang diberikan administratif yaitu memberikan peringatan, surat pengamanan di tempat, dan perintah pemusnahan. Apabila pelaku usaha masih tak mematuhi maka langkah hukum akan diambil.

Baca juga: Penyumbang Kasus Keracunan Terbanyak Ada di Tingkat Rumah Tangga

(fds/ajg)

Berita Terkait