Simpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil studi Kohor PTM yang dimulai dari tahun 2011 hingga 2012. Peneliti senior Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI, Dr dr Yulianti Pradono, MS menuturkan di awal penelitian, dari 5.290 responden ada 4.829 responden yang diamati. Selama observasi 2 tahun, peserta yang drop out sebanyak 4,9%.
"Diperoleh hasil PJK sebanyak 16,9% dengan usia termuda 31 tahun, Diabetes 8,8% dengan usia termuda 26 tahun, lalu stroke dengan prevalensi 1,5%, usia termudanya 22 tahun," kata dr Yuli di kantor Balitbangkes, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2015).
Baca juga: Kebiasaan Makan Gorengan Bikin Hipertensi di Bogor Susah Diatasi
"Setelah difollow up 2 tahun, didapatkan insiden rate stroke 7 orang dari 1.000 penduduk per tahun. PJK 13 orang dari 1.000 penduduk, dan insiden rate diabetes 23 orang dari 1.000 penduduk," lanjut dr Yuli.
Data Riset Dasar Kesehatan 2013 menunjukkan prevalensi PTM utama yakni penyakit jantung koroner (PJK), stroke, dan diabetes melitus di kota Bogor berada di atas rerata nasional. Data PJK di tingkat nasional 1,6 sedangkan di Bogor 2,2. Sementara, stroke sebesar 1,2 di tingkat nasional dan di Bogor sebesaar 1,5. Kemudian, prevalensi diabetes melitus di kota Bogor sebesar 2,1 sedangkan di tingkat nasional sebesar 2,0.
Untuk studi ini, responden akan dipantau selama10 tahun, dan difollow up 3 kali setahun kemudian menjalani pemantauan besar tiap 2 tahun sekali. Di tahun 2020, kata dr Yuli, diharapkan bisa mendapat angka dan model prediksi untuk 3 PTM utama yaitu jantung koroner, diabetes, dan stroke.
Selama dua tahun diamati, awalnya terdapat 415 orang dari 2.960 yang terkena sindroma metabolik dari sebelumnya 'bebas' dari sindroma metabolik. Faktor risiko sindroma metabolik diketahui obesitas sentral, hipertensi, dan trigliserida. Hasilnya sama pula dengan faktor risiko PJK yang dipengaruhi hipertensi serta kurang aktivitas fisik di samping faktor jenis kelamin dan bertambah umur. Sedangkan, faktor risiko diabetes yakni konsumsi gula lebih dari 50 gram per hari, IMT lebih dari normal dan kurangnya aktivitas fisik.
"Untuk stroke faktor risikonya didominasi hipertensi, keluhan migrain, diabetes, stres, di samping jenis kelamin. Nah, dari 3 penyakit PTM utama tersebut, faktor risiko yang dominan yaitu tekanan darah tinggi diikuti obesitas. Untuk kematian, 5 penyebab kematian terbanyak yaitu hypertensive herat disease sebanyak 19%, stroke 16,9%, ischaemic heart disease 13,5%, kemudian TBC dan diabetes 9%. Kasus kematian banyak terjadi di rumah," papar dr Yuli.
Baca juga: Studi Ungkap Kegemukan Tingkatkan Risiko Detak Jantung Tak Teratur
(rdn/vit)











































