Stres Karena Pekerjaan Bukan Penyebab Anda Menjadi Lebih Gemuk

Stres Karena Pekerjaan Bukan Penyebab Anda Menjadi Lebih Gemuk

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 11 Jun 2015 08:36 WIB
Stres Karena Pekerjaan Bukan Penyebab Anda Menjadi Lebih Gemuk
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Selama ini stres selalu dikaitkan sebagai penyebab kenaikan berat badan. Padahal sebuah studi dari Inggris mengatakan tidak ada hubungannya antara stres akibat kerjaan kantor dengan tubuh yang semakin menggemuk.

Mika Kivimaki, pakar kesehatan masyakat dari University College London, mengatakan stres di kantor membuat sebagian orang makan dan minum lebih banyak. Namun bukan berarti lantas stres di kantor menyebabkan seseorang menjadi obesitas.

Baca juga: Ingin Nafsu Makan Terkontrol? Jangan Makan Sambil Nonton TV atau Main Game

"Memang beberapa orang mengalami kenaikan berat badan akibat stres, sebagian lainnya malah mengalami penurunan. Namun hasil penelitian kami menyebutkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara stres dengan obesitas yang dialami seseorang," tutur Kivimaki, dikutip dari Reuters, Kamis (11/5/2015).

Penelitian Kivimaki dilakukan melalui hasil studi obesitas terhadap 40.000 orang pekerja kantoran. Tidak ada data yang mengemukakan bahwa ada keterkaitan antara stres dengan berat badan. Meski begitu, kemungkinan berat badan bertambah ditemukan pada orang yang baru pindah kantor dan mengganti pekerjaanya.

Namun hasil ini tidak bisa dijadikan acuan. Sebabnya, peneliti tidak mampu membedakan mana partisipan yang mengalami stres berat dan mana yang hanya mengalami stres ringan. Mau tidak mau, peneliti mengakui bahwa pekerjaan, apapun jenisnya, akan menimbulkan stres kepada semua orang.

Meski begitu, Kivimaki percaya pekerja yang bebas stres lebih baik. Jika lingungan kerja mendukung dan pekerja tidak merasa stres, kesehatan mentalnya secara otomatis juga akan lebih baik. Pekerja pun lebih mudah untuk menjalankan gaya hidup sehat.

"Untuk mendapatkan berat badan yang sehat, olahraga teratur dan menjaga makanan akan lebih mudah dilakukan di lingkungan kerja yang tak menyebabkan Anda terteka secara terus menerus," ungkapnya.

Dr Pouran Faghri, peneliti sekaligus pakar kesehatan masyarakat dari University of Connecticut, tidak setuju terhadap kesimpulan dari penelitian ini. Meskipun stres tidak menyebabkan obesitas secara langsung, pekerja yang terbebani stres akan lebih mudah mengadopsi gaya hidup sehat.

"Mereka yang kesehatan psikologisnya rendah tidak akan mampu menahan beban stres yang demikian banyak. Akibatnya, mereka akan lebih sulit untuk olahraga dan lebih mudah menjalankan gaya hidup tidak sehat," ungkapnya.

Penelitian ini dipublikasikan di the International Journal of Obesity

Baca juga: Hipertensi dan Obesitas, Faktor Risiko Utama Penyakit Tidak Menular di Bogor

(mrs/vit)

Berita Terkait