dr Aman B Pulungan, SpA(K), Ketua Umum IDAI mengatakan golden period atau periode emas tumbuh kembang anak terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, atau sejak masih dalam kandungan ibu. 30 Persen tumbuh kembang anak ditentukan dalam periode ini.
"30 Persen tumbuh kembang anak ditentukan sejak dalam kandungan. Ketika lahir tinggal 70 persen kan. Nah 30 persen itu tidak bisa dikembalikan kan, makanya harus maksimal," tutur dr Aman kepada wartawan di Gedung RSCM Kiara, Jl Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2015).
Baca juga: Ingin Anak Tumbuh Optimal? Cukupi Gizi di 1.000 Hari Pertama
Gerakan ini bertujuan untuk mencetak 430 bidan sebagai master trainer bersertifikasi yang nantinya akan mendidik bidan-bidan lainnya secara berjenjang. Targetnya, pelatihan berjenjang ini dapat meningkatkan kapasitas 1 juta ibu mengenai pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan.
Tentunya gerakan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh IDAI sendiri. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, organisasi profesi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), IDAI, Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) serta pihak swasta yang diwakili oleh Sarihusada dan PKPU.
"Gerakan ini merupakan bentuk penggalangan secara sinergis seluruh potensi yang dimiliki para pemangku kepentingan lintas sektor seperti pemerintah, organisasi kesehatan, NGO dan pihak swasta dalam melakukan upaya edukasi berjenjang mengenai 1.000 hari pertama kehidupan," ungkap Olivier Pirredon, Presiden Direktur Sarihusada di kesempatan yang sama.
Baca juga: Gizi Anak Tak Optimal di 1.000 Hari Pertama pun Masih Bisa Diperbaiki
Deputi III Kemenko PMK bidang Peningkatan Kesehatan, dr TB Rachmat Santika, SpA, MARS, menyebut apa yang dilakukan oleh gerakan ini sejalan dengan pemerintah yang memang bertujuan melakukan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat.
"Kami berharap agar pelatihan ini dapat berjalan dengan baik. Dokter-dokter berperan sebagai pengajar, yang nantinya menurunkan ilmunya kepada para bidan yang menjadi duta, dan nantinya akan mengajarkan lagi kepada bidan lainnya
(rsm/vit)











































