Handstand Dilarang di SD Ini, Orang Tua Protes

Handstand Dilarang di SD Ini, Orang Tua Protes

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Kamis, 18 Jun 2015 10:31 WIB
Handstand Dilarang di SD Ini, Orang Tua Protes
ilustrasi: Thinkstock
Devon, Inggris - Kecerdasan seorang anak bukan semata karena faktor genetik yang didapatkannya dari orang tua. Anak bisa memiliki kemampuan akademis rata-rata jika dibiasakan aktif bergerak sejak dini. Namun apa jadinya bila sekolah justru melarang siswanya melakukan latihan fisik.

Inilah yang terjadi di Old Priory Primary Academy, Devon, Inggris. Baru-baru ini pihak sekolah mengeluarkan kebijakan baru, berupa pelarangan bagi siswa untuk melakukan 'gerakan senam' tertentu di jam istirahat karena gerakan tersebut dianggap 'di luar kemampuan mereka'.

Baca juga: Jarang Olahraga, Dampaknya Juga Bisa ke Psikologis Anak Lho

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebijakan ini dikeluarkan setelah kami mendapati sejumlah insiden minor yang terjadi pada siswa karena melakukan gerakan-gerakan ini, terutama saat jam istirahat dan jam makan siang," ungkap sang kepala sekolah, Emma Hermon-Wright seperti dikutip dari Mirror, Kamis (18/6/2015).

Gerakan yang dimaksud adalah handstand (berdiri dengan kedua tangan dan kaki terangkat ke atas) dan cartwheels (jungkir balik). Kendati begitu, ia tidak melarang bila gerakan ini dilakukan di luar jam pelajaran kesehatan jasmani.

"Sebab dalam pelajaran, ada guru yang memberikan pelatihan bagaimana melakukan gerakan ini dengan benar, aman, dan terkendali. Sedangkan bila dilakukan sendiri di luar jam itu, mereka tidak akan melakukannya dengan benar sehingga mengakibatkan cedera," yakinnya.

Tentu saja keputusan sekolah ini menimbulkan kritik dari orang tua. Salah seorang wali murid Old Priory Primary Academy mengaku putrinya kecewa dengan keputusan yang dianggapnya 'konyol' itu. "Anak-anak kami kebingungan. Memangnya apa salahnya jika seorang anak bertingkah seperti anak-anak?" protes sang ibu.

Bagi sang ibu, berlarian, melompat kesana-kemari, jungkir balik dan naik-turun pohon adalah bagian dari masa kecil yang bahagia. "Saat saya masih duduk di bangku sekolah, pulang ke rumah dalam keadaan lutut yang lecet maupun tubuh memar artinya Anda telah merasakan hari yang menyenangkan," lanjutnya.

Meski begitu, Emma tetap bersikeras bahwa keamanan siswa menjadi tanggung jawab pihak sekolah, sehingga ia merasa ini adalah keputusan terbaik yang bisa ia berikan.

dr Sophia Hage, Residen Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, menurut panduannya, anak usia 6-12 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik secara akumulasi minimal 60 menit perhari, atau minimal tiga kali dalam seminggu.

"Untuk kekuatan otot dan tulang dianjurkan melakukan olahraga yang menyangga badan (weight baring exercise) seperti basket atau lari," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Di samping itu, agar anak tidak mudah terserang penyakit, dr Sophia menyarankan agar orang tua tidak membiarkan anak menghabiskan waktu untuk duduk, berbaring, atau tidur. "Pakai gadget boleh misalnya untuk telepon. Yang dihindari yaitu jangan beri anak gadget hingga dia diam dan duduk saja sehingga aktivitas fisiknya terbatas," imbuhnya.

Baca juga: Selain Sehat, Anak-anak yang Aktif Bergerak Juga Akan Baik Akademisnya  (lll/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads