Konsumsi Vitamin B12 Disebut-sebut Bisa Memicu Jerawat

Konsumsi Vitamin B12 Disebut-sebut Bisa Memicu Jerawat

Nita Sari, - detikHealth
Jumat, 26 Jun 2015 07:03 WIB
Konsumsi Vitamin B12 Disebut-sebut Bisa Memicu Jerawat
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Los Angeles - Penelitian terbaru dari Universitas California, Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa vitamin B12 dapat mengubah bakteri wajah pada orang dengan kulit yang sehat. Perubahan bakteri tersebut mendorong inflamasi dan menyebabkan jerawat.

Peneliti pun tertarik mencari tahu perbedaan ekspresi gen bakteri kulit pada orang berjerawat dan orang sehat dengan kulit yang bersih. Mereka menemukan bahwa sintesis B12 Propionibacterium acnes (P.acne) pada pasien jerawat lebih rendah dibandingkan dengan orang yang sehat. Peneliti lalu bergerak untuk meneliti hubungan antara B12 dan jerawat.

B12 adalah vitamin larut dalam air yang terdapat dalam beberapa makanan dan mampu mengatur jalur biosintesisnya sendiri. Menurut National Institutes for Health (NIH), tubuh membutuhkan B12 untuk pembentukan sel darah merah yang baik, fungsi neurologis, dan sintesis DNA. Selain itu, banyak bakteri yang dapat mensintesis B12 dan membutuhkannya untuk aktivitas metabolisme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti juga mengamati biosintesis lain yakni biosintesis porfirin yang berhubungan dengan biosintesis B12. Mereka memiliki hipotesis bahwa penaikan tingkat B12 mengarahkan pada produksi berlebihan dari porifirin oleh P.acnes. Menurut penelitian sebelumnya, porifirin dapat menyebabkan peradangan dan jerawat.

Baca juga: Mau Olahraga Tapi Takut Jerawatan karena Keringat? Begini Mencegahnya

"Peradangan (inflamasi) adalah salah satu faktor jerawat. Jerawat yang parah biasanyanya memiliki inflamasi dalam sel kulitnya," ucap Huiying Li, asisten profesor dari Molecular and Medical Pharmacology di David Geffen School of Medicine UCLA, seperti dikutip dari Fox News pada Jumat (26/6/2015).

Penelitian terdiri atas dua bentuk. Penelitian pertama membandingkan biosintesis B12 pada 13 pasien jerawat dengan 20 orang sehat. Partisipan memiliki usia rata-rata 24.8 tahun dan tidak memiliki perbedaan signifikan dari segi gender, usia, dan etnis. Penelitian kedua melibatkan 10 orang sehat untuk menggunakan suplemen B12.

Peneliti ingin mengukur ekspresi gen bakteri pada partisipan sebelum dan sesudah menggunakan suplemen. Subjek penelitian menerima suntikan B12 sebanyak 1 mililiter yang jumlahnya lebih banyak dari konsumsi yang dianjurkan. Mayo Clinic menyatakan bahwa jumlah yang direkomendasikan bagi orang berusia di atas 14 tahun adalah 2,4 miligram tiap harinya.

Salah satu partisipan mengalami jerawat setelah satu pekan penggunaan suplemen B12. Hal ini mengonfirmasikan penelitian klinis sebelumnya yang melaporkan bahwa B12 menyebabkan jerawat. Kendati demikian, Huiying mengatakan bahwa ini terlalu dini untuk mengatakan tim peneliti menemukan implikasi klinis.

"Penelitian yang dilakukan lebih kepada mencari tahu mekanisme molekuler tentang fungsi bakteri kulit dalam proses penyakit. Itu tidak hanya tentang B12 tetapi juga mengenai aktivitas bakteri yang dapat mendorong penyakit kulit atau menjaga kesehatan kulit," imbuhnya. (ajg/up)

Berita Terkait