Senin, 29 Jun 2015 19:37 WIB

Urine Semakin Asam, Risiko Infeksi Saluran Kencing Meningkat

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Infeksi saluran kencing bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Penelitian membuktikan bahwa kadar keasaman urine ternyata memiliki hubungan dengan peningkatan risiko terserang penyakit ini.

dr Jeffrey Henderson, asisten profesor dari Washington University School of Medicine mengatakan bahwa semakin asam urine yang dikeluarkan, risiko infeksi saluran kencing lebih tinggi. Hal ini terjadi karena kandungan asam yang tinggi membuat bakteri E. Coli, penyebab penyakit ini, lebih mudah berkembang biak.

"Beberapa pasien mengalami infeksi saluran kencing hingga berkali-kali. Dokter tentu saja bingung dan mencari tahu apa penyebabnya. Penelitian kami membuktikan bahwa ternyata ada kaitan antara kadar keasaman urin dengan risiko peningkatan infeksi ini," tutur Henderson, dikutip dari Daily Mail, Senin (29/6/2015).

Baca juga: Langka, Satu Ginjal di Rumania 'Didaur Ulang' untuk Dua Pasien Sekaligus

Penelitian dr Henderson menemukan bahwa siderocalin, salah satu protein yang terkandung dalam urine, memegang kunci soal risiko infeksi saluran kencing. Semakin tinggi kadar siderocalin dalam urine, semakin mudah bakteri E. Coli untuk berkembang biak.

Hal ini memutus kepercayaan yang mengatakan semakin asam urine berarti semakin baik. Sebabnya, asam merupakan tanda bahwa banyak racun yang dibuang oleh tubuh. Namun menurut dr Henderson, penelitiannya membuktikan bahwa kepercayaan tersebut salah.

Kadar keasaman urine sendiri sangat tergantung dari apa yang dimakan serta kesehatan bakteri pencerna di usus besar. Memakan makanan yang sulit dicerna dan banyak meninggalkan sampah membuat bakteri di usus besar sulit mengurainya menjadi kotoran.

Untuk itu Dr Henderson mengatakan bagi orang yang sering mengalami infeksi salurank kencing untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan toilet serta daerah selangkangan.

"Urine merupakan salah satu saluran pembuangan yang ada di tubuh. Karena itu apa yang dikeluarkan merupakan hasil dari apa yang sebelumnya masuk ke tubuh. Dengan menjaga apa yang masuk ke tubuh kita, maka kita bisa mengurangi risiko infeksi," pungkasnya.

Baca juga: Hii! Bukan Klorin yang Sebabkan Mata Merah di Kolam Renang, Tapi Urine (mrs/vit)