Vaksin Eksperimental Sukses Menangkal HIV pada 50 Persen Hewan Uji

Vaksin Eksperimental Sukses Menangkal HIV pada 50 Persen Hewan Uji

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 03 Jul 2015 16:29 WIB
Vaksin Eksperimental Sukses Menangkal HIV pada 50 Persen Hewan Uji
Ilustrasi HIV-AIDS (dok: detiknews)
Jakarta - Perang melawan HIV (Human Imunodeficiency Virus) mendapat angin segar. Sebuah vaksin eksperimental yang dikembangkan Johnson & Johnson sukses mencegah penularan HIV pada 50 persen monyet uji.

Sukses ini mendorong Johnson & Johnson untuk menguji vaksin tersebut pada manusia. Sebuah uji coba internasional tengah dilakukan pada 400 manusia sehat di Amerika Serikat, Afrika Timur, Afrika Selatan, dan Thailand.

Dr Dan Barouch, peneliti vaksin dari Beth Israel Deaconess Medical Center menyebut penelitian ini sebagai pengembangan vaksin HIV pertama yang disponsori perusahaan farmasi besar, sejak kegagalan penelitian serupa pada tahun 2007 yang disponsori perusahaan farmasi lain, Merck.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Keren! Kuba Sukses Eliminasi Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Sekitar 35 juta orang terinfeksi HIV, yang merupakan virus penyebab AIDS (Acquired Imuno Deficiency Syndrome). Sejak kemunculannya 30 tahun lalu, AIDS telah menewaskan 40 juta orang di seluruh dunia.

Uji coba vaksin ini dilakukan pada monyet dengan memberikan paparan Simian Immunodeficiency Virus (SIV), yang merupakan kerabat dekat HIV. Virus tersebut disebut sangat poten, mampu menginfeksi 100 persen hewan uji yang tidak mendapat vaksinasi.

Johnson & Johnson berharap vaksin ini akan lebih efektif pada manusia. Meski nantinya hanya mampu melindungi 50 persen partisipan, vaksin ini tetap dinilai menjanjikan.

"Ini tetap akan memberikan dampak besar pada kesehatan masyarakat," kata Dr Paul Stoffels, pimpinan Johnson & Johnson, dikutip dari Reuters, Jumat (3/6/2015).

Jika tahap awal berjalan sukses, Dr Stoffels berharap tahap berikutnya bisa dimulai dalam 18 atau 24 bulan mendatang. Hasil penelitian pada monyet dipublikasikan di jurnal Science baru-baru ini. (up/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads