Paul Whyley dikenal sebagai pria yang sehat dan bugar. Hingga suatu ketika ia mengeluhkan nyeri di bahu kanannya dan sesak napas pada bulan November tahun lalu. Ia pun menemui dokter berulang kali, tetapi tak ada yang tahu apa penyebabnya.
Baca juga: Mirip '50 First Date', Wanita Ini Sering Hilang Ingatan karena Sakit Langka
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana tidak, diam-diam Paul mengaku juga merasakan apa yang dialami oleh karakter Hawking yang diperankan aktor Eddie Redmayne dalam film tersebut. Saat itu ia melihat Hawking muda mulai memperlihatkan gejala gangguan saraf motorik.
"Ada adegan di mana Hawking berlari dan ia tiba-tiba terjatuh. Dan saya juga mengalami jatuh yang sama di tempat kerja baru-baru ini. Lalu ketika Hawking menulis di papan, tangan kanannya tak dapat digerakkan," ungkapnya seperti dikutip dari justgiving.com, Senin (6/7/2015).
Di tempat kerjanya, Paul harus memasang tirai dengan menggunakan alat bor. Namun belakangan, ia hanya bisa melakukannya dengan tangan kiri karena tangan kanannya tak dapat digerakkan. Paul menambahkan, kakinya juga mulai terkulai. Hanya saja Paul menyembunyikan kesemua fakta tersebut karena ia takut sang istri, Jayne (59) menjadi khawatir.
Akan tetapi sepeninggalnya dari bioskop, Paul langsung membuat janji untuk bertemu dengan seorang dokter ahli saraf di West Midlands Private Hospital, Halesowen. Setelah menjelaskan apa yang ia rasakan dan menemukan kesamaan dengan yang digambarkan dalam film Hawking, ia pun diarahkan untuk menjalani sejumlah tes, salah satunya di Queen Elizabeth Hospital, Birmingham.
Dua minggu kemudian, hasil tesnya keluar dan pria yang tinggal di Hagley, Worcestershire, Inggris itu dinyatakan positif mengidap gangguan saraf motorik seperti yang dialami Hawking.
"Ini sangat menakutkan dan membuat kami semua menjadi syok. Hidup kami yang awalnya normal, tiba-tiba berubah. Hanya dalam tiga bulan, kondisi suami saya memburuk dengan cepat dan saya harus mengurus Paul setiap hari," ungkap Jayne.
Pria yang mengantongi surat izin menerbangkan pesawat itu kini tak bisa berjalan, tak bisa memakai lengan kanannya, dan terhubung dengan sebuah mesin yang bertugas membersihkan paru-parunya karena ia tak mampu batuk seorang diri.
Sang adik ipar kemudian turun tangan membantu untuk mengumpulkan dana agar Paul bisa memperoleh kursi roda listrik seperti dimiliki Hawking, termasuk mesin untuk membantunya bicara atau berkomunikasi dengan orang lain.
Baca juga: Kurang 'Tenar', Kesadaran Terhadap Penyakit ALS di Indonesia Masih Minim (lll/vit)











































