Selasa, 07 Jul 2015 17:05 WIB

Pembalut Tinggi Klorin Juga Simpan Risiko Iritasi Bagi Pemakainya

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi: Thinkstock Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Kandungan klorin yang ditemukan pada beberapa produk pembalut dan pantyliner di Indonesia dikatakan dokter tak bagus untuk kulit. Sebab kandungan itu bisa membuat iritasi.

Setidaknya 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang dijual di Indonesia ditemukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tinggi zat yang umum ditemukan pada produk pemutih tersebut.

Spesialis kulit dr MH. Wresti Indriatmi, SpKK, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan apabila tubuh terpapar klorin dalam waktu lama maka risiko yang paling umum adalah iritasi. Kalau terus dibiarkan maka iritasi bisa jadi luka yang membuka kemungkinan infeksi.

"Pembalut itu kan lama menempel. Kalau ada klorin, yang saya tahu dia itu bisa membuat iritasi. Luka di kulit itu bisa ke infeksi virus, jamur, atau bakteri kalau keadaan radang didiamkan saja," kata dr Wresti ketika dihubungi detikHealth pada Selasa (7/7/2015).

Baca juga: YLKI Temukan Bahan Pemicu Kanker di Berbagai Merek Pembalut dan Pantyliner

Untuk dampak jangka panjang klorin bisa memicu kanker, dr Wresti mengaku belum tahu jelas dan mesti diteliti lebih jauh.

Klorin sebetulnya zat yang banyak di sekeliling masyarakat. dr Wresti mengatakan semakin pekat klorin maka risiko iritasi semakin besar sehingga seharusnya perlu ditentukan batas aman yang ada di pembalut.

"Persentase aman kadar kepekatannya belum tahu kita. Dari pembuat, pabrik, harus diteliti dulu," pungkas dr Wresti yang menambahkan sejauh ini belum menerima keluhan serius terkait klorin di pembalut.

Baca juga: Daftar Pembalut dan Pantyliner Mengandung Zat Berbahaya Temuan YLKI (fds/vit)
News Feed