dr Sony Hilal Wicaksono, SpJP dari RS Pondok Indah dan Puri Indah mengatakan bahwa kelebihan makan ketika berbuka, terutama di acara buka puasa bersama, merupakan salah satu keluhan paling umum. Kelebihan makan ketika berbuka dapat menyebabkan gangguan bagi pasien jantung.
Baca juga: Kudapan Buka Puasa dan Sahur Seperti Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Sony menyarankan agar pasien penyakit jantung untuk berbuka dengan makanan kecil terlebih dahulu. Beri jeda beberapa sebelum makan besar. Makan besar bisa dilakukan setelah pukul 20.00.
Selain itu, kebutuhan lain seperti konsumsi air tetap harus terpenuhi. Jangan lupa juga waktur tidur minimal 6 harus tercapai. Dikatakan dr Sony bahwa kebutuhan tidur bisa dicicil di waktu siang atau sore hari.
"Selain itu obat jantung yang sudah biasa dikonsumsi harus tetap dikonsumsi. Namun jam minum obat apabila 3 kali sehari diubah menjadi saat sahur, saat buka puasa dan saat sebelum tidur malam hari," ungkapnya.
Namun dalam kondisi tertentu, pasien sakit jantung disarankan untuk tidak berpuasa. Di antaranya pasien yang membutuhkan rawat inap karena serangan jantung mendadak dan gagal jantung akut.
Pasien sakit jantung terpaksa harus membatalkan puasa juga mengalami serangan mendadak. "Karena ada obat-obatan yang harus diberikan secara oral pada kesempatan pertama," kata Dr dr Anwar Santoso, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FACC dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
Baca juga: Pasien Penyakit Jantung Seperti Ini Disarankan untuk Tidak Berpuasa
(rsm/vta)











































