Rabu, 08 Jul 2015 19:01 WIB

Jika Masuk dalam Tubuh, Ini Efek Dioksin Pada Manusia

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Senyawa dioksin merupakan racun yang berbahaya bagi kesehatan. Kini dioksin hangat dibicarakan setelah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan ada kandungan klorin pada pembalut dan pantyliner yang ada di pasar. Hal ini dianggap berbahaya karena klorin bisa menghasilkan senyawa lainnya yaitu dioksin.

World Health Organization (WHO) dalam situs resminya menjelaskan bahwa dioksin memiliki potensi racun. Eksperimen dilaporkan menunjukkan dioksin bisa memengaruhi beberapa organ dan sistem tubuh.

Baca juga: Banyak Disebut Terkait Pembalut Berbahaya, Apa Sih Klorin dan Dioksin?

Ketika dioksin memasuki tubuh, ia bisa tersimpan lama karena mudah terserap oleh lemak yang menjadi cadangan energi. Diperkirakan setidaknya tubuh bisa terus terkontaminasi hingga 7-11 tahun.

"Paparan jangka pendek manusia terhadap tingkat dioksin yang tinggi bisa menyebabkan lesi pada kulit seperti chloracne, penggelapan kulit, dan perubahan fungsi hati. Jangka panjang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh, saraf, endokrin, dan reproduksi," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Rabu (8/7/2015).

Lebih jauh satu jenis dioksin bernama tetrachlorodibenzo para dioxin (TCDD) bahkan diketahui bisa memicu kanker. International Agency for Research on Cancer di tahun 2012 telah meneliti TCDD dan mengklasifikasikannya sebagai karsinogen atau zat pemicu kanker.

WHO mengatakan meski demikian dioksin sebetulnya ada banyak di alam dan semua orang memilikinya dalam tingkat tertentu. Bila tak ada kontaminasi tambahan, dioksin dikatakan tak akan mempengaruhi kesehatan secara umum.

Baca juga: PT KAO Jamin Pembalut dan Pantyliner Buatannya Bebas Klorin dan Dioksin (fds/vit)