Tertiup Angin Saat Duduk di Kursi Tiup, Bocah Ini Terhempas ke Laut

Tertiup Angin Saat Duduk di Kursi Tiup, Bocah Ini Terhempas ke Laut

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 10 Jul 2015 19:04 WIB
Tertiup Angin Saat Duduk di Kursi Tiup, Bocah Ini Terhempas ke Laut
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Ankara - Ketika mengajak anak pergi ke pantai, pengawasan orang tua mutlak diperlukan. Sebab, bocah 10 bulan di Turki terbawa angin kencang hingga ia terhempas ke laut sejauh satu kilometer.

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/6) sore ketika keluarga bocah bernama Melda tersebut pergi ke pantai di salah satu kota di Turki, Kucukkuyu. Saat itu, sang ibu meletakkan si kecil Melda di kursi tiup lengkap dengan sabuk pengaman yang terdapat di kursi.

Kebetulan, saat itu kecepatan angin cukup kencang. Keluarga pun baru menyadari bahwa Melda sudah tidak ada di tempatnya lengkap dengan kursi tiup yang ia duduki. Orang tua Melda pun segera meminta bantuan penjaga pantai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pengunjung di sekitar pantai tidak ada yang bisa menolong Melda itu karena dia sudah berada di laut sejauh 1 km. Dalam video yang diunggah Hurriyet TV, penjaga pantai berusaha mencapai tempat Melda mengambang dengan kapal. Setelah mendekati Melda yang masih terikat di kursi tiup berwarna kuning, seorang petugas segera menyebur ke laut.

Baca juga: Injak Zat Kimia Berbahaya Saat Main di Pantai, Kaki Amelia Alami Luka Bakar

Dilaporkan BGN News, setelah berhasil mengangkat Melda, petugas segera menyerahkan Melda pada sang ibu yang tampak sangat khawatir. Mendapati anaknya selamat, ibu Melda langsung memeluk putrinya itu dan memberinya minum serta memastikan bahwa Melda baik-baik saja. Sempat diperiksa oleh paramedis, Melda dinyatakan baik-baik saja.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis pada Jumat (10/7/2015), dr Meta Hanindita SpA menuturkan memang penting pengawasan orang tua saat mengajak anak bermain di pantai ataupun berenang. Jika tidak disengaja anak sampai tenggelam segera keluarkan anak dari dalam air sembari segera meminta bantuan dari orang lain.

"Kemudian cek pernapasan anak. Dengarkan suara napasnya, rasakan hembusan napas anak, perhatikan gerakan dada anak. Periksa juga kesadarannya, panggil namanya dan lihat bagaimana responsnya. Jika anak tidak bernapas, lakukan pernapasan bantuan atau CPR dan kompresi dada jika diperlukan," tutur dr Meta.

Baca juga: Renang Bikin Anak Lebih Pintar



(rdn/vta)

Berita Terkait